Lampaui target RKAP, Petrokimia Gresik bukukan pendapatan Rp27,35 triliun pada 2020

Sabtu, 9 Januari 2021 | 12:06 WIB ET

GRESIK - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri, berhasil menutup akhir tahun dengan capaian kinerja memuaskan atau sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan untuk kinerja keuangan, total pendapatan mencapai Rp 27,35 triliun atau 103% dari RKAP, dan membukukan laba Rp1,2 triliun atau 100% dari RKAP (unaudited). Sedangkan untuk kinerja penjualan, Petrokimia Gresik berhasil mencatat penjualan pupuk bersubsidi, pupuk non-subsidi dan non-pupuk sebesar 7,1 juta ton atau 108% dari RKAP.  

Begitu juga pada kuantum produksi pupuk Petrokimia Gresik pada akhir tahun 2020 mencapai 4,79 juta ton atau 104% dari RKAP 2020 yakni 4,61 juta ton. Sedangkan untuk produksi non-pupuk mencapai 3 juta ton atau 105 persen dari RKAP 2020 yakni 2,8 juta ton.

"Walaupun sebagian pabrik telah berusia lebih dari 25 tahun, melalui berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan, Petrokimia Gresik berhasil menjaga produktivitasnya tetap optimal, ujar Dwi Satriyo, Jumat, 8/1/2021.

Pabrik yang telah berusia tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu tantangan strategis perusahan saat ini. Disamping tantangan strategis lainnya, seperti kondisi ekonomi-politik global, kurs dollar, pasokan dan harga gas bumi, pengalihan subsidi pupuk, dan sebagainya.

"Alhamdulillah, walaupun di tengah wabah Covid-19, secara umum Petrokimia Gresik masih mampu memberikan kinerja yang baik dan tetap berkontribusi positif bagi negara," tandas Dwi Satriyo.

Menurutnya, capaian kinerja perusahaan ini juga tidak lepas dari pertumbuhan sektor pertanian nasional. Seperti diketahui, pertanian menjadi salah satu sektor yang berhasil tumbuh di tengah banyak sektor lain mengalami perlambatan akibat wabah Covid-19.

Tahun 2021, jelas Dwi Satriyo, merupakan masa transisi karena dampak wabah Covid-19 masih akan terasa. Petrokimia Gresik tetap berkomitmen untuk mendukung pemenuhan alokasi pupuk bersubsidi nasional sesuai penugasan pemerintah, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar komersil, baik domestik maupun ekspor. 

Selain penugasan pemerintah melalui pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga memperkuat penetrasi pasar pupuk komersil, tandas Dwi Satriyo. 

Kekuatan Petrokimia Gresik di sektor pupuk komersil adalah kemampuan dalam memenuhi kebutuhan spesifik konsumen, baik spesifik lokasi maupun komoditi. Dwi Satriyo pun mengaku optimistis, Petrokimia Gresik mampu memperluas pangsa pasar pupuk komersil, terutama untuk jenis pupuk NPK dimana perusahaan memiliki kapasitas terbesar di Indonesia, yaitu 2,7 juta ton per tahun. 

Hal ini terbukti sepanjang tahun 2020 terjadi lonjakan ekspor untuk produk Urea, NPK, dan NPS bahkan menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pada bulan Maret 2020, Petrokimia Gresik telah mencetak sejarah dengan melakukan ekspor Urea sebanyak 33.000 ton ke Meksiko.

“Tentu menjadi hal yang sangat membanggakan karena kita dapat melakukan ekspansi diluar pasar Asia,” ujar Dwi Satriyo.

Hingga akhir tahun 2020, diperkirakan total volume ekspor meningkat 26% dari total volume ekspor sepanjang tahun 2019. Penjualan sektor retail juga tidak kalah membanggakan, penjualan Phonska Plus diperkirakan mencapai 114.559 ton.

Tidak hanya produk pupuk, Petrokimia Gresik juga memiliki rangkaian produk lainnya seperti benih, pembenah tanah, dekomposer, probiotik, serta didukung anak perusahaan (Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku) yang memiliki kompetensi dalam pengendalian hama. 

Sehingga pengawalan Petrokimia Gresik sangat lengkap, sesuai dengan asanya untuk menjadi solusi bagi sektor agroindustri, ujarnya.

Bagikan artikel ini: