Lalu lintas pesawat di langit RI pada 2020 anjlok 42,66 persen

Rabu, 6 Januari 2021 | 12:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: AirNav Indonesia mencatat lalu lintas pesawat di dalam negeri sepanjang 2020 anjlok 42,66 persen, yaitu dari 2.097.595 pergerakan pada 2019 lalu menjadi 1.202.748 pergerakan pada 2020.

Hal ini merupakan dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19 yang sempat membatasi pergerakan seluruh moda transportasi, termasuk udara.

Direktur Utama AirNav Indonesia M Pramintohadi Sukarno mengatakan penurunan angka lalu lintas pesawat juga terjadi hingga jelang libur akhir tahun. Tercatat, lalu lintas pesawat hanya mencapai 122.480 pergerakan pada Desember 2020.

"Angka ini turun 34 persen dibandingkan dengan pergerakan pada Desember 2019, yakni 184.752," ungkap Pramintohadi seperti dikutip, Selasa (5/1/2021).

Sementara, khusus untuk lalu lintas pada masa libur Natal 2020 sampai Tahun Baru 2021, yaitu 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, tercatat 58.267 pergerakan pesawat. Realisasi ini terpantau dari 52 posko Nataru 2020-2021 di seluruh bandara di Indonesia.

"Pada hari terakhir angkutan Natal dan Tahun Baru kemarin, Senin (4/1), AirNav Indonesia melayani 3.079 pergerakan pesawat udara di seluruh nusantara," kata Pramintohadi.

Lalu lintas pesawat itu termasuk 162 penerbangan kargo dan 134 penerbangan tambahan (extra flight). Secara rinci, bandara dengan lalu lintas terpadat ialah Soekarno Hatta dengan 9.752 pergerakan pesawat.

Diikuti, Bandara Juanda di Surabaya dengan 235 pergerakan, Bandara Hasanuddin di Makassar 218 pergerakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar 183 pergerakan, dan Bandara Sentani di Jayapura 142 pergerakan.

Kendati keseluruhan lalu lintas pesawat menurun pada tahun ini, namun ia menilai pergerakannya meningkat dari bulan ke bulan hingga jelang akhir tahun. "Namun, tren pergerakan pesawat udara sejak Mei 2020 lalu sampai dengan saat ini terus meningkat dan berangsur pulih," jelasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pegawai AirNav, industri penerbangan nasional, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara dan maskapai penerbangan yang tetap menjalankan protokol kesehatan saat bertugas di tengah pandemi.

"Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan yang sangat patuh terhadap protokol kesehatan yang berlaku di industri penerbangan dan terus memberikan pelayanan terbaik di seluruh layanan navigasi penerbangan AirNav Indonesia baik di bandara besar maupun bandara perintis, dari Sabang sampai Merauke," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: