SKK Migas targetkan lifting gas 2021 naik 144 persen

Jum'at, 1 Januari 2021 | 15:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan lifting gas pada tahun 2021 mencapai sebesar 5.638 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Volume tersebut naik sebesar 144 persen dari realisasi tahun 2020 dan meningkat dibandingkan target APBN - P tahun 2020 sebesar 5.556 MMSCFD.

Sementara target lifting minyak di tahun 2021 mencapai sebesar 705 ribu barel minyak per hari (BOPD). Target ini tidak berubah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2020. Sedangkan untuk kegiatan workover ditargetkan mencapai 615 sumur dan well service mencapai 26.431 sumur.

"Reserve Replacement Ratio (RRR) kami targetkan sebesar 100 persen dan perlu diketahui bahwa Reserve Replacement Ratio selama tiga tahun terakhir di atas 100 persen," ujar Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman dalam acara konferensi pers secara virtual "Hulu Migas Menyambut 2021", Kamis (31/12/2020) malam.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa untuk cost recovery di tahun 2021 diturunkan menjadi US$8,07 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai sebesar US$8,12 miliar. Dan untuk penerimaan negara ditarget mencapai US$7,28 miliar.

"Semoga target ini bisa meningkat. Harapan kami vaksin akan berhasil sehingga ekonomi akan kembali bergeliat sehingga berdampak positif pada target kenaikan investasi US$ 12,3 miliar. Mudah-mudahan tercapai, tantangan tidak mudah," ujarnya.

Agar seluruh target yang telah ditetapkan pemerintah bisa tercapai, maka sejumlah langkah strategis akan dilakukan SKK Migas dan KKKS pada tahun 202. "Kami akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mengawal target jangka menengah dan panjang demi mengejar visi produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD gas di 2030. Kegiatan eksplorasi tetap menjadi fokus utama SKK Migas," tegasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan diantaranya adalah dengan melakukan pengeboran sebanyak 43 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 3.569 km, survei seismik 3D seluas 1.549 km2. Selain itu, juga akan dilakukan kegiatan seismik vibroseis 2D sepanjang 1.000 km, full tensor gravity (FTG) open area di wilayah Papua sepanjang 67.500 km, dan pseudo 3D seismic open area sepanjang 270.000 km yang menjadikannya salah satu yang terpanjang di Asia Pasifik.

Fatar juga menegaskan kegiatan ini akan dilakukan secara masif, agresif, dan efisien. "Agresif kerjasama SKK Migas, KKKS, dan Kementerian ESDM. Penting adalah dilakukan efisien," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto optimistis harga minyak di 2021 akan dapat bergerak pada level US$45 per barel. Naik dibanding harga pada 2020, yang sempat tertekan pandemi dan bergerak di bawah level US$30 per barel.

Seiring dengan kehadiran vaksin Covid-19 dan implementasinya pada tahun depan, ia yakin akan menjadi penggerak harga minyak tahun 2021. Dengan demikian, harga minyak dan gas bumi diproyeksikan dapat lebih baik dibandingkan dengan 2020.

"Salah satu mitigasi kami supaya bisa mencapai target dengan meningkatkan aktivitas pengeboran dan lain-lain," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: