Jelang puncak libur akhir tahun, konsumsi BBM di wilayah wisata stabil

Kamis, 31 Desember 2020 | 06:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gelagat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selalu terjadi menjelang libur akhir tahun dipastikan tidak terjadi pada tahun ini. Pembatasan mobilitas massa yang dilakukan di wilayah Jatim, Bali dan Nusatenggara selama masa pandemi menjadi penyebab terjadinya kondisi tersebut, termasuk di berbagai destinasi wisata seperti Batu, Malang dan Banyuwangi.

Manager Region Retail Sales V PT Pertamina, I Ketut Permadi Aryakuumara mengungkapkan, untuk destinasi wisata di Jatimbalinus, hingga Minggu (27/12/2020) kemarin, tercatat angka rata-rata konsumsi harian BBM pada masa Satgas Natal dan Tahun Baru cenderung terjadi sedikit perubahan jika dibandingkan dengan penyaluran harian pada masa normal.

"Di beberapa tujuan wisata seperti Kota Batu, Jawa Timur, penyaluran BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) stabil di angka 101 Kilo Liter (KL) per hari. Untuk BBM jenis Gasoil (BioSolar, Dexlite dan Pertamina Dex) sedikit bertambah sebesar 3 persen, menjadi 27 KL per hari," ujar Ketut, Surabaya, Rabu (30/12/2020).

Untuk wilayah Malang Raya, penyaluran Produk BBM Gasoline stabil di angka 1.165 KL per hari dan Produk BBM Gasoil turun 5 persen ke angka 375 KL per hari. Bahkan di Kab. Banyuwangi, penyaluran kedua jenis produk BBM tersebut mengalami penurunan, produk BBM Gasoline turun sebanyak 3 persen (476 KL per hari) dan Gasoil sebanyak 4 persen (227 KL per hari). 

Sementara di Provinsi Bali, BBM jenis Gasoline sedikit bertambah (4 persen ke angka 2.143 KL per hari) pun demikian halnya dengan BBM jenis Gasoil (6 persen menjadi 471 KL per hari). Di wilayah Pulau Lombok, NTB, terjadi penambahan penyaluran BBM Gasoline sebesar 15 persen (1.023 KL per hari), dan BBM Gasoil sebesar 4 persen (262 KL per hari). Untuk Provinsi NTT, khususnya di Labuan Bajo, permintaan produk BBM Gasoline stabil di angka 881 KL per hari dan Produk BBM Gasoil turun hingga 13 persen, menjadi 360 KL per hari. 

Selain layanan penyaluran BBM, terdapat 858 Agen dan 6.257 Pangkalan LPG Siaga Pertamina di Jatimbalinus, yang selama masa Satgas Nataru ini mencatatkan peningkatan angka rata-rata konsumsi harian sebesar 5 persen, dari 5.350 Metrik Ton (MT), menjadi 5.600 MT per harinya. "Layanan Agen dan Pangkalan LPG telah siap dengan pasokan dalam kondisi yang cukup, termasuk mendukung kegiatan berlibur masyarakat yang tetap beraktivitas di rumah pada masa liburan akhir tahun 2020," tambah Ketut.

Pastikan keamanan pasokan di destinasi wisata

Meski demikian, Pertamina Marketing Region Jatimbalinus tetap memastikan layanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertashop, Agen dan Pangkalan LPG Pertamina siap siaga untuk menyalurkan energi bagi masyarakat yang berwisata. 

Untuk itu, beberapa hari yang lalu, Direktur Pemasaran Korporat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Hasto Wibowo bersama dengan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Anwar meninjau kesiapan sarana dan prasarana distribusi energi di salah satu destinasi wisata, Lombok, NTB dalam mendukung penyediaan dan penyaluran pasokan BBM dan LPG selama libur penghujung Tahun 2020.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No. 54.832.03 Kekalik, Jl. Majapahit No. 40, Kota Mataram. Tim melihat kesiapan digitalisasi SPBU. Pada kesempatan tersebut, selain memastikan kesiapan sarpras distribusi BBM, Hasto juga memberikan semangat dan dukungan kepada para operator SPBU, dengan membawa bingkisan dalam rangka Hari Raya Natal. 

"Petugas atau operator di SPBU di destinasi wisata, selain harus prima dalam memberikan pelayanan bagi pelanggan, juga harus menjadi contoh penerapan protokol kesehatan dalam pelayanan, karena wilayah tujuan wisata akan banyak mendapat sorotan terutama pada puncak liburan di masa pandemi," ujar Hasto. 

Lokasi berikutnya yang ditinjau yaitu Pertashop No. 5P.832.01, Jl. R.A Kartini No.28, Lingkungan Monjok Geria, Kota Mataram. Di lokasi ini Hasto memberikan apresiasi kepada pelanggan yang sudah memilih bertransaksi secara contactless melalui aplikasi MyPertamina. Hasto menambahkan, pelanggan yang sudah memahami kenyamanan dan keamanan transaksi secara contactless nantinya akan membagikan pengalaman tersebut ke pelanggan lain, oleh karena itu perlu kami apresiasi. 

Dalam kunjungan ini, rombongan juga memastikan kesiapan transportasi BBM di Integrated Terminal (IT) Ampenan. Dalam rangka mengoptimalkan layanan, Awak Mobil Tangki (AMT) juga harus senantiasa dalam kondisi fit, termasuk armada yang digunakan juga dalam keadaan laik dan layak.kbc6

Bagikan artikel ini: