Pengusaha desak pemerintah guyur kredit murah Rp75 miliar bagi UMKM sektor pariwisata

Rabu, 30 Desember 2020 | 12:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pelaku usaha meminta pemerintah untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan memberikan kredit murah bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, usulan mengenai kredit modal kerja untuk pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini sedang dilakukan finalisasi. Jika disetujui, maka nantinya para pengusaha akan diberikan modal kerja dikisaran Rp10 hingga 75 miliar.

"Rencananya ini diberikan modal kerja antara Rp10-75 miliar untuk UMKM dan kelas menengah dan jangka waktu sedang dilihat apakah 3-5 tahun, kemudian dari suku bunga ini jadi minus 6% tadinya usulannya 3-4%, tapi yang difinalisasi minus 6%," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Rosan mencontohkan, jika bunga kredit awalnya adalah 10%, maka akan menjadi 4% saja dengan asumsi usulan bunga kredit minus 6%. Namun Rosan menyebut jika usulan ini sudah masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional di 2021.

"Jadi misalnya, bunga bank itu 10%, minus 6% jadi bunganya 4%. Ini yang sudah masuk ke dalam program PEN 2021," kata Rosan.

Pemberian kredit modal kerja ini nantinya tidak hanya diperuntukan untuk sektor pariwisata. Namun juga industri secara keseluruhan, di mana cukup banyak pelaku usaha yang terkena dampak pandemi.

"Tidak ini secara keseluruhan tapi memang untuk pariwisata ada usulan dari pemerintah daerah (Pemda)," ucapnya.

Menurut Rosan, pemerintah daerah memang juga telah memberikan usulan kepada pemerintah. Salah satunya terkait jangka waktu pengembalian kredit seperti Provinsi Bali yang meminta agar jangka waktu pengembalian sampai 10 tahun.

"Tapi memang secara keseluruhan, tapi memang untuk pariwisata ada usulan dari Pemerintah Daerah (Pemda), misal Bali misal sampai 10 tahun cicilan itu dilihat dari kontribusi pajak yang selama ini mereka sudah kita kaji yang di PEN," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, pihaknya sepakat dengan usulan tersebut. Kemenparekraf sendiri juga tengah mengupayakan adanya penambahan anggaran dana hibah pariwisata pada tahun depan agar subsektor penerimanya bisa lebih luas termasuk juga kredit modal usaha.

"Tadi ada yang mengajukan dan saya sepakat tadi yang diperjuangkan mungkin pak Ketua Umum Kadin (Rosan Roeslani) yang bisa menjelaskan," ucap Sandi.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesodibjo mengatakan, pemerintah memang sedang mengkaji salah satu program yakni mengenai pinjaman modal untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Wacana ini diusulkan oleh Gubernur Bali, ketika Menparekraf melakukan kunjungan kerja ke pulau dewata beberapa waktu lalu.

"Yang tadi sempat dimention oleh mas Sandi dalam kunjungan kerjanya ke Bali ini Gubernur Bali sempat mengusulkan juga pinjaman modal untuk parekraf. Ini yang sedang dikaji. Secara internal juga mendalami itu, apakah kemungkinan-kemungkinan itu bisa dijalankan," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: