Khofifah buka silaturahmi nasional organisasi perempuan keagamaan

Sabtu, 19 Desember 2020 | 22:46 WIB ET

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim menggelar Silaturahmi Nasional Organisasi Perempuan Keagamaan Tahun 2020. Silaturahmi yang menganggkat tema “Pemberdayaan Perempuan Dalam Rangka Meningkatkan Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Untuk Mewujudkan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemic Covid-19” ini dilaksanakan di Hotel Singhasari Resort Kota Batu, pada 17-18 Desember 2020.

Kegiatan yang digelar secara luring dan daring yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini diikuti oleh Organisasi Perempuan Keagamaan sebagai perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota se-Jawa Timur, FKUB Provinsi Jawa Timur dan FKUB Kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan Silaturahmi Nasional Organisasi Perempuan Keagamaan Tahun 2020 merupakan bentuk inisiasi untuk terus merajut kebersamaan dan sinergitas antara elemen strategis Jatim.

"Ini kekuatan perempuan melalui organisasi perempuan, jadi sangat spesifik. Biasanya kan ormas perempuan, tapi ini ormas perempuan keagamaan. Terbentuknya soliditas dan solidaritas, maka tangan-tangan perempuan aktifis organisasi keagamaan diharapkan ada keteduhan, ada kedamaian, ada soliditas, ada persaudaraan yang subtantif yang terbangun secara hakiki bahwa mereka adalah pimpinan organisasi perempuan keagamaan," katanya usai membuka acara, Kamis (17/12) malam. 

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menegaskan, bahwa soliditas dan solidaritas menjadi kekuatan untuk saling mendorong penguatan dalam bidang ekonomi selama masa pandemi Covid-19.

Baik skala IKM, UMKM, Ultra Mikro maupun Ekonomi Kreatif (Ekraf) bisa digerakkan oleh organisasi perempuan keagamaan. Mereka diharapkan menjadi inisiator dan pelopor untuk membangun kekuatan ekonomi melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan yang selama ini sudah dimiliki.

"Saat ini UKM memiliki akses yang cukup luas. Baik dari sisi dukungan permodalan ataupun akses pasar.

sesuai arahan Presiden RI terkait APBD, dari total belanja Rp 2,5 miliar ada arahan 2,5 persen menyerap produk UMKM. “Artinya, ruang terbuka sangat luas," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim sekaligus ketua panitia, Dr Hudiyono menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri nomor 9 tahun 2006/nomor 8 tahun 2006 tentang pedoman pelaksana tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan dan pendirian rumah ibadat.

"Tujuan acara silaturahmi nasional organisasi perempuan keagamaan tahun 2020 ini adalah

untuk mempererat hubungan umat beragama baik intern maupun antar umat beragama. Mengakomodasi dan mewadahi keanekaragaman corak berpikir, kepentingan, orientasi, dan tujuan para penganut agama serta sarana partisipasi antar umat beragama," katanya.

Adapun rangkaian acara pada Silaturahmi Nasional Organisasi Perempuan Keagamaan tahun 2020, terdiri  

seminar pra acara dengan narasumber Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia,

Dinas koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jwa Timur, serta success story oleh Delta Hesti.

Pada hari kedua, selain seminar UKM berdaya secara panel, para peserta juga melakukan visitasi ke Desa Wisata dan Pondok Pesantren One Pesantren one product (OPOP).

Sementara itu, Ketua FKUB Jatim, Drs H Ahmad Hamid Syarif menuturkan, bahwa seluruh sektor kehidupan masyarakat terdampak oleh pandemi Covid-19. Baik segi sosial, budaya maupun ekonomi karena pembatasan sosial. 

Disisi lain, mayoritas penduduk Jawa Timur adalah religious society dan separuhnya adalah perempuan. Di mana hampir sebagian besar dalam situasi ini tidak berdaya. Kata dia, salah satu upaya ke depan adalah membangkitkan kaum perempuan melalui tiga fase. Diantaranya proses pemberdayaan berbentuk ide yang bisa diinisiasi dari pemerintah maupun pelaku industri yang sukses dilingkungannya. 

Kemudian pembinaan komprehensif dan emansipasi atau tahap kemandirian perempuan. FKUB Jatim mengapresiasi program ini sebagai starting point. "Kami mohon kepada ibu gubernur menjadikan program ini sebagai program lintas agama," ujarnya. 

Secara virtual, Ketua FKUB Nasional, Ida Panglingsir Agung Putra menyampaikan pandemi Covid-19 yang tidak ada ujungnya ini menjadi masalah besar menyangkut kesehatan, kehidupan, ekonomi, sosial, budaya dan politik. Pengangguran dan masyarakat miskin makin besar dan memakan korban jiwa dari paramedis. 

Maka, peran tokoh agama dan Organisasi Perempuan Keagaamaan sangat dibutuhkan dalam situasi ini. Salah satunya sosialisasi vaksin ke masyarakat. "Peranan tokoh agama untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang telah melalui tahap pengujian sangat ampuh mengusir pandemi ini. Kita harus bangkit, tetap semangat, aktif dan inovatif," kata dia.

Idapun mengapresiasi Silaturahmi Nasional Organisasi Perempuan Keagamaan tahun ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa mengokohkan kebersamaan dan persaudaraan khususnya di Jatim. "Mudah-mudahan ini menjadi rujukan. Yang bisa mempererat kebersamaan kita dari Sabang sampai Merauke. Karena perempuan memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19," pungkasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: