Terbang ke Bali wajib tes PCR, ini kata Garuda Indonesia

Kamis, 17 Desember 2020 | 08:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan aturan kewajiban para wisatawan melakukan pemeriksaan Covid-19 melalui metode PCR jika ingin berkunjung ke Pulau Dewata tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengaku, pihaknya sebagai operator penerbangan akan menaati aturan yang dibuat oleh pemerintah.

"Sebagai operator kita tentunya akan tunduk terhadap apa yang sudah ditentukan oleh regulator," ujar Irfan di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Dia juga menyebutkan, saat ini dirinya sudah menerima surat edaran dari Gubernur Bali dan tentunya akan menaati apa yang menjadi ketentuan.

"Kami juga tidak akan mencoba untuk mengakali apa yang menjadi ketentuan pemerintah, karena kebijakan ini sebagai bentuk upaya menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin parah," ucap Irfan.

Sebelumnya melalui siaran pers laman resmi Kemenkomarves pada Selasa (15/12/2020), Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan wisatawan yang ingin ke Bali wajib melakukan pemeriksaan Covid-19.

Pemeriksaan Covid-19 ini, lanjut Luhut, berlaku bagi wisatawan yang menempuh jalur udara maupun darat. Kemudian lanjutnya, wisatawan wajib melakukan PCR test H-2 sebelum penerbangan ke Bali.

"Sementara itu wisatawan yang ingin ke Bali melalui jalur darat, wajib melakukan pemeriksaan Covid-19 melalui metode Rapid Test Antigen," kata Luhut.

Garuda Indonesia juga telah memberikan informasi terkait kebijakan tersebut, melalui akun Twitter resminya.

Dalam cuitannya, Garuda Indonesia mengimbau para calon penumpang yang ingin terbang ke Bali untuk menyertakan hasil tes Covid-19 dengan metode PCR yang masih berlaku 14 hari sejak diterbitkan. kbc10

Bagikan artikel ini: