Melonjak, keluhan konsumen atas layanan e-commerce

Senin, 14 Desember 2020 | 20:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbianis.com: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) melaporkan adanya lonjakan aduan dari konsumen pengguna layanan e-commerce atau dagang-el pada 2020. Padahal beberapa tahun ditempati sektor properti dan layanan jasa keuangan.

Dari total 1.276 pengaduan yang diterima sampai Desember, porsi aduan sektor e-commerce naik drastis dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Ketua Komisi III BPKN Rolas B. Sitinjak menjelaskan total pengaduan e-commerce mencapai 295. Jumlah ini mengambil porsi 23,11 persen dari total 1.276 pengaduan yang diterima sampai 11 Desember 2020.

"E-commerce ini mengalami peningkatan yang tajam pada 2020. Selama 3 tahun lalu hanya 1,35 persen [dari total aduan] dan tahun 2020 menjadi 23,11 persen," kata Rolas dalam Catatan Akhir Tahun BPKN 2020 yang digelar secara virtual, Senin (14/12/2020).

BPKN tercatat menerima 2.378 pengaduan selama 2017-2019 yang berarti total aduan pada sektor e-commerce hanya berjumlah 32 pengaduan. Rolas menilai kenaikan pengaduan e-commerce ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas belanja daring masyarakat selama pandemi. "Ini PR kita bersama, di dalam aktivitas masyarakat ternyata banyak persoalan yang timbul," kata dia.

Adapun jenis-jenis aduan yang banyak diterima di antaranya pengambilalihan akun melalui phising, permasalahan pengembalian dana, dan pemberian voucher untuk penggantian tiket transportasi. "Phising sering terjadi karena konsumen kurang berhati-hati. Dalam hal ini konsumen harus meningkatkan kemampuannya," imbuh Rolas.

Adapun di tahun ini pengaduan sektor perumahan hanya 487 kasus atau 39,92 persen. Sedangkan sepanjang tahun 2017-2019 terdapat 1.988 pengaduan atau 83,6 persen dari total pengaduan.

Dijelaskan ada berbagai pengaduan yang dilakukan konsumen yang berkaitan dengan pelaku usaha baik itu developer atau perusahaan pengembang. Mulai dari ketersediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum perumahan, fisik pembangunan, legalitas, mangkrak, P3SRS, pembiayaan SBUM, penipuan, pailit, refund hingga KPK. "Dari pengaduan konsumen yang masuk, modus pelaku usaha ini bervariatif ada masalah fasos dan fasum perumahan, mangkrak sampai dengan pembiayaan," kata dia.

Rolas mengatakan dulu jika ada pengembang yang terlambat melakukan pembangunan tidak pernah didenda. Sementara jika konsumen terlambat membayar bisa dikenakan denda.

Untuk itu BPKN melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar dibuatkan regulasi yang memberikan perlindungan bagi konsumen. Maka, lahirlah Permen PUPR Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Rumah. Regulasi ini pun mengatur denda bagi pengembang yang terlambat membangun unit yang telah dibeli.

Menurutnya dari 295 pengaduan soal e-commerce yang diterima, BPKN mencatat 94 kasus telah diproses dan berakhir dengan dikembalikannya hak konsumen. Sementara itu, masih tersisa 201 kasus yang dalam proses penanganan.Selain e-commerce, pengaduan pada jasa keuangan juga meningkat pada 2020. Total pengaduan yang diterima BPKN sepanjang 2017-2019 hanya berjumlah 226 kasus.

Namun pada 2020, laporan soal jasa keuangan naik menjadi 201 pengaduan dengan kontribusi 16,48 % dari total pengaduan yang diterima. Laporan yang diterima mayoritas menyangkut soal pembiayaan, properti, asuransi, investasi, uang digital, perbankan, dan pegadaian.

Kesempatan sama, Wakil Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN Anna Maria Tri Anggraini menambahkan rekomendasi yang disampaikan BPKN dalam penanganan pengaduan di sektor e-commerce diantaranya meminta otoritas terkait, termasuk marketplace, untuk lebih meningkatkan pengawasan.

"Terutama juga pentingnya atau disegerakannya terbitnya UU perlindungan data pribadi.Karena ini juga sesuai dengan imbauan dan anjuran Presiden Jokowi agar segera DPR sahkan.Ini penting untuk keamanan dan keselamatan konsumen yang selama ini bocor lewat pishing atau SMS atau data yang diserahkan ke online shop," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: