Kemenperin ingin harga gas industri murah dicabut, jika...

Sabtu, 12 Desember 2020 | 12:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbianis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan peninjauan ulang bagi industri yang tidak dapat menunjukkan performa dengan baik maka akan dicabut harga gas khusus di kisaran US$ 6 per MMBTU.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam menuturkan jika performa tidak bagus, ada perusahaan yang dinaikkan harga gasnya menjadi US$6,5 per MMBTU-US$7 per MMBTU.

"Adapun, kebijakan harga gas sebesar US$6 per MMBTU ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi," ujar Khayam di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Menurutnya.dalam Perpres tersebut, disebutkan penurunan harga gas harus dibarengi dengan peningkatan kontribusi pajak kepada negara. Saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi.Selain itu, pemerintah juga mendorong industri yang mendapatkan penurunan harga gas untuk melakukan ekspansi.

"Karena, dari kontribusi pajak dan ekspansi, pemerintah bisa melihat performa perusahaan yang mendapat fasilitas penurunan harga gas. Pastinya, industri juga harus lakukan efisiensi," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menetapkan harga gas industri sebesar US$6 per MMBTU yang berlaku mulai 1 April 2020.Sebenarnya, regulasi berupa Perpres 40/2016 sudah ada. Hanya saja, aturan itu tak kunjung direalisasikan dengan alasan mempertimbangkan kemampuan implementasi dari hulu ke hilir.

Berdasarkan keterangan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, sektor industri yang mendapat penurunan harga gas tetap sesuai Perpres 40/2016, yakni pupuk, oleochemical, baja, keramik, petrokimia, kaca dan sarung tangan karet.kbc11

Bagikan artikel ini: