Pandemi Covid-19 bikin harta orang terkaya Indonesia menyusut

Jum'at, 11 Desember 2020 | 13:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah menghempaskan banyak sektor usaha di dunia termasuk Indonesia. Hal ini rupanya juga berdampak pada menyusutnya harta orang berduit di Tanah Air.

Kondisi ini tak lepas dari perekonomian yang mengalami kontraksi masing-masing 5,3% dan 3,5% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal kedua dan ketiga. Indeks saham acuan turun lebih dari 10% dalam 12 bulan terakhir.

Akibatnya, lebih dari setengah dari 50 orang terkaya di negara mengalami penurunan kekayaan dari tahun lalu. Terlepas dari penurunan ini, kekayaan kolektif orang-orang super kaya di Indonesia hanya turun 1,2% dari daftar tahun lalu menjadi US$133 miliar atau setara Rp1.877 triliun (mengacu kurs Rp14.100 per USD).

Mengutip dari Forbes, Kamis (10/12/2020), R Budi dan Michael Hartono, masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Adapun harta kekayaan mereka mengalami peningkatan dengan kekayaan USD38,8 miliar atau setara Rp547 triliun.

Kemudian di tempat kedua ada keluarga Widjaja dari konglomerat Sinar Mas. Kekayaan mereka mengalami kenaikan sebesar US$2,3 miliar atau setara Rp32,4 triliun.

Sementara di tempat ketiga ada Prajogo Pangestu. Meskipun mengalami penurunan kekayaan sebesar 21%.

Pandemi menjadi tantangan bagi banyak orang, tapi memberikan dorongan kepada beberapa orang. Seperti Taipan media, Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang kekayaannya melonjak hampir 80% menjadi US$1,4 miliar atau setara Rp19,7 triliun atau mengalami keuntungan terbesar dalam persentase tahun ini.

Saham perusahaannya, Elang Mahkota Teknologi (Emtek), melonjak karena lebih banyak menggunakan layanan e-commerce dan streaming. Meningkatnya saham Emtek mendorong pendiri Susanto Suwarto untuk pertama kalinya di peringkat 50 dengan US$475 juta atau setara Rp6,7 triliun.

Insinyur elektronik dan telekomunikasi kelahiran Jakarta ini adalah satu dari tiga pendatang baru dalam daftar tersebut.

Saudara kandung Wijono dan Hermanto Tanoko, yang mengendalikan perusahaan cat swasta Avia Avian, memulai debut mereka dengan US$700 juta atau setara RP9,8 triliun. Wajah baru ketiga adalah bankir veteran Jerry Ng. Dia mengakuisisi saham tahun lalu di Bank Jago, kemudian disebut Bank Artos, yang rencananya akan dia ubah menjadi bank digital.

Yang menerima keuntungan lainnya adalah Irwan Hidayat, yang keluarganya Sido Muncul adalah pembuat jamu terbesar di Indonesia. Saham perusahaan naik karena penjualan produknya yang lebih tinggi, seperti obat flu Tolak Angin yang populer, meningkatkan kekayaan keluarganya 41% menjadi US$1,55 miliar atau setara Rp21,88 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: