Permintaan building material bertumbuh, Mitra10 ekspansi gerai ke-38 di Malang

Kamis, 10 Desember 2020 | 20:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP) perusahaan distribusi terbesar & terkemuka bahan bangunan, kimia dan Consumer Goods/FMCG, dan pemilik jaringan gerai ritel modern Mitra10 dan ritel modern furnitur Atria, hari ini meresmikan Mitra10 ke-38 di Malang, Jawa Timur. 

Pembukaan superstore tersebut menuntaskan target pembukaan 4 gerai Mitra10 sepanjang tahun 2020. Sebelumnya CSAP melakukan ekspansi ke Lombok, Bekasi dan Balikpapan pada November 2020 lalu.

GM Marketing & Communications Mitra10, Erick Koswara mengatakan, saat ini CSAP memiliki 42 Cabang Distribusi Bahan Bangunan di 40 kota besar, 4 cabang distribusi kimia, 38 area distribusi consumer goods (FMCG), 38 gerai Mitra10 Ritel Modern Bahan Bangunan & Home Improvement dan 12 gerai Atria ritel modern home furnishing.

"Kami melihat potensi pasar building material di Malang cukup besar, selain karena massifnya pembangunan proyek infrastruktur juga mulai menggeliatnya sektor pariwisata," katanya pada press conference pembukaan Mitra10 Malang swcara virtual, Kamis (10/12/2020).

Dikatakannya, Mitra10 Malang berada di Kebonsari dengan luas selling area lebih dari 6.500 meter persegi yang didukung area warehouse hampir 4.600 meter persegi. Gerai ini juga menyediakan hampir 25.000 jenis produk dari 600 lebih sumber pemasok, dan juga produk in house brand andalan Mitra10, antara lain Zehn, Tidy, Sincere, Durafloor, dan Fiorano. 

Mitra10 juga mendukung pertumbuhan industri lokal tanah air, dengan menjual hampir 80% produksi dalam negeri pada jaringan Mitra10 di seluruh Indonesia. 

Beragam produk ini terbagi dalam 13 kategori, mulai dari cat dan variannya, lantai dan dinding, kamar mandi, dapur, pintu dan jendela, instalasi pipa (plumbing), material bangunan, listrik dan lampu, perkakas rumah (hardware), tools, hobi, perabot rumah tangga (houseware), hingga home appliances.

Selain toko offline, Mitra10 juga memiliki strategi khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, apalagi pada saat pandemi Covid-19 saat ini, yaitu layanan belanja melalui toko online mitra10.com dan platform Digiretail melalui Whatsapp Business.

Proses layanan pesanan via WA ini bisa dilakukan dengan sangat mudah dan fleksibel, yang ditangani tim yang profesional. Proses pembayarannya pun bisa dilakukan dengan cepat dan aman. Proses pemesanan barang melalui toko online mitra10.com, juga bisa dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Hingga saat ini, Mitra10 telah beroperasi kota-kota besar di Indonesia yakni: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Denpasar, Lampung, Palembang, Batam, Medan, Makassar dan Balikpapan.

"Untuk tahun depan, kami menargetlkan ekspansi ke sejumlah daerah, diantaranya Makassar dan Balikpapan," ujar Erick Koswara.

Mitra10 merupakan ritel moden bahan bangunan dengan konsep belanja satu atap yang menyediakan aneka keperluan bahan bangunan termasuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga hingga peralatan pertukangan (tools kit) untuk keperluan renovasi dan berkebun. Sehingga Mitra10 bisa menjadi solusi yang tepat bagi semua pelanggan.

Sementara itu selama 4 hari masa opening Mitra10 Malang, pihaknya menawarkan beragam promo 

menarik, diantaranya diskon harga, cicilan dengan bunga 0% dengan dukungan 12 bank, serta free pendaftaran untuk member.

"Dan khusus bagi member ada tambahan diskon sebesar 3 persen dan point reward," ujar Erick Koswara.

Kinerja tumbuh

Di kesempatan yang sama, Corporate Secretary CSAP, Idrus Widjajakusuma mengungkapkan, hingga triwulan III-2020, perseroan berhasil membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp9,1 triliun tumbuh 3,95%. Meski beban pokok pendapatan tercatat naik 2,40% menjadi 7,25 triliun.

"Kenaikan penjualan perseroan bersumber dari dua segmen utama, yakni segmen distribusi dan ritel modern yang masih lebih tinggi, sehingga laba kotor berhasil tumbuh 11,64% menjadi Rp1,44 triliun," jelasnya.

Dijelaskannya, kinerja perseroan dibayangi oleh pandemi global Covid-19 yang berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi termasuk di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa strategi ditempuh oleh jajaran direksi untuk mempertahankan kinerja positif pada 2020. Beberapa strategi yang ditempuh antara lain fokus pada merek sendiri (private/house brand) untuk meningkatkan profitabilitas selain itu juga memperkuat dan monitoring strategi cost management.

Keputusan tersebut berdampak positif kepada kinerja perseroan, hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan laba usaha sebesar 33,94% pada triwulan III-2020 menjadi sebesar Rp243,21 miliar dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp181,59 miliar. "Begitu pula kinerja laba bersih yang dapat di atribusikan kepada pemilik induk yang tumbuh signifikan 46% menjadi Rp61 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp41 miliar," papar Idrus.

Strategi agresif untuk ekspansi Mitra10 juga berdampak positif pada perseroan, dimana penjualan segmen ritel modern mampu tumbuh 8,1% dan berkontribusi sebesar 35% terhadap penjualan konsolidasi CSAP. Adapun segmen distribusi tumbuh 2,2% pada triwulan III-2020 dan menjadi kontributor utama dengan porsi 65% atas total penjualan perusahaan.

"Jika dilihat berdasarkan area penjualan, area Jawa dan Bali menjadi kontributor utama pendapatan konsolidasi Perseroan (distribusi & ritel), tercatat setidaknya 76% penjualan bersumber dari wilayah tersebut, di peringkat kedua area Sumatera dengan porsi 15% dan selanjut secara berturut-turut, area Sulawesi (5%) dan Kalimantan (4%)," tandasnya.

Perseroan, ujar Idrus, meyakini dengan strategi ekspansi yang agresif pada ritel modern akan memberikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pada pemegang saham CSAP. kbc7

Bagikan artikel ini: