UMKM lebih pas jadi badan usaha perseorangan atau PT, ini yang harus diperhatikan

Sabtu, 5 Desember 2020 | 11:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Saat mau membuka usaha, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih jenis badan usaha. Badan usaha bermacam-macam jenisnya, mulai dari perusahaan perseorangan, perseroan terbatas, firma, hingga CV.

Lantas, untuk masyarakat yang ingin membuka usaha berskala UMKM, bentuk usaha apa yang cocok diterapkan?

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengatakan, pemilihan badan usaha tergantung pada skala bisnisnya.

"Bila skala bisnisnya masih berskala usaha mikro kecil, lebih disarankan memiliki badan usaha perseorangan. Namun, bila skala usahanya sudah menengah, lebih baik memang perusahaan terbatas (PT)," ujarnya seperti dikutip, Kamis (3/12/2020).

Menurut dia, pelaku usaha mikro kecil lebih tepat menggunakan perusahaan perseorangan, selain karena kapasitas skalanya yang masih kecil, juga karena ketersediaan modal.

Biasanya pelaku usaha mikro kecil memiliki modal yang sangat sedikit, sedangkan modal untuk memiliki atau mendirikan PT harus menggunakan biaya yang mahal.

"PT itu kan mahal, jadi untuk skala bisnisnya yang masih kecil atau mikro kecil, ngapain harus memiliki PT. Sebaiknya, perusahaan perseorangan saja dulu," jelasnya.

Selain itu, ketika mengurus izin PT pun biasanya juga lebih rumit dan membutuhkan banyak waktu daripada ketika mengurus perusahaan perseorangan.

Ketika pengusaha mikro kecil merasa sudah mampu untuk ke tahap selanjutnya, yaitu skala menengah, sah-sah saja bila ingin membuka PT.

Hal itu asalkan, kata dia, selain harus memiliki modal yang besar, tingkat kebutuhannya juga harus besar.

"Kalau dirasa-rasa kebutuhan bisnisnya besar, harus memiliki partner untuk bekerja sama dan dari sisi modal juga ada, buka usaha untuk PT sih lebih cocok," ucapnya.

Selain itu, Ikhsan juga mengatakan, dari sisi risiko tanggung jawab, perusahaan perseorangan dan PT sangat jauh berbeda. Apabila perusahaan perseorangan mengalami masalah seperti bangkrut, yang bertanggung jawab atas hal tersebut adalah pengusaha itu sendiri.

Namun, untuk skala PT, tanggung jawabnya lebih besar. "Kenapa lebih besar? Karena dia membawa nama PT, PT tersebut bangkrut, mau enggak mau karyawan harus bertanggung jawab pada PT itu juga. Tapi, kalau perusahaan perseorangan ya tanggung jawab asetnya pribadi atau pengusaha itu sendiri," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: