Jatim alami V shaped recovery, BI proyeksikan ekonomi di 2021 tumbuh 5-6 persen

Jum'at, 4 Desember 2020 | 07:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia  meyakini kinerja ekonomi Jawa Timur di tahun 2021 akan jauh lebih baik dibanding 2020. Bahkan dalam proyeksi BI, kinerja ekonomi Jatim tahun depan bisa tumbuh 5 persen hingga 6 persen. Hal ini menunjukkan sinergi kebijakan Pemerintah Provinsi Daerah dan Lembaga/ Otoritas di Jawa Timur dapat mempercepat pemulihan perekonomian Jawa Timur dan menopang Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kepala BI Kanwil Jatim Difi Ahmad Johansyah dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 menyampaikan bahwa respon cepat dan tepat dari berbagai berbagai pihak telah menyebabkan Jatim pada triwulan III/2029 mengalami pola recovery yg sifatnya V shaped, turun kemudian naik lagi.

"Perkembangan terakhir, mudah-mudahan V shaped sehingga menimbulkan optimisme perekonomian. Hal ini ditunjukkan oleh berbagai survei BI di Triwulan 3, tentang  Kondisi Dunia Usaha (SKDU) dan Survei Penjualan Eceran (SPE) juga mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha dan penguatan penjualan eceran Jawa Timur," ujar Difi di Shangrila Surabaya, Kamis (3/12/2020).

Hal ini juga tercermin dari membaiknya kinerja lapangan usaha utama Jawa Timur seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Konstruksi. Selain itu, lapangan usaha Akomodasi dan Mamin serta Transportasi yang sebelumnya terkontraksi sangat dalam juga sudah menunjukkan perbaikan / pemulihan. 

Sektor Pariwisata juga sudah menunjukkan perbaikan namun masih terkontraksi sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata. 

"Momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak baik Pemerintah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujarnya.

Difi kemudian mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah berhasil menjaga resiliensi dan percepatan pemulihan perekonomian yang diwujudkan dengan percepatan realisasi anggaran hingga triwulan III 2020 baik dari sisi APBN, APBD, maupun Kab/kota. 

"Realisasi belanja daerah di Provinsi Jawa Timur di Triwulan II-2020 mencapai 65 persen, termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi provinsi lain, yang hanya berada di kisaran 50 persen," terangnya. 

Dari sisi pembiayaan, restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh perbankan telah diberikan kepada 2,4 juta nasabah di Jawa Timur dengan nominal kredit sebesar Rp106,4 triliun. Dari sisi moneter, Bank Indonesia mendukung pemulihan perekonomian daerah dengan mengawal pembukaan sektor prioritas secara aman, mendorong penguatan promosi ekspor/substitust impor, dan memperluas digitalisasi pembayaran. 

"Seiring bertumbuhnya optimisme dan sinergi yang senantiasa dilakukan oleh seluruh stakeholders, Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif, lebih baik dibandingkan tahun 2020. Proyeksi kami ekonomi Jatim di 2021 akan tumbuh 5 persen hingga 6 persen," tegas Diri.

Untuk mendukung hal tersebut Bank Indonesia Jawa Timur ke depan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kestabilan harga bekerjasama dengan pemerintah daerah, penguatan TPID, dan perdagangan antar daerah, serta pengembangan klaster komoditas strategis.

"Bank Indonesia juga terus mendorong ekonomi digital untuk menjadikan Jawa Timur menjadi smart province melalui Percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah/ETP), Perluasan elektronifikasi transaksi pembayaran (ORIS), On-boarding UMKM, serta Digitalisasi UMKM," tambahnya.

 Lebih lanjut, Bank Indonesia juga akan meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, yaitu Penguatan Ekonomi Syariah (dengan KSBP, Pondok Pesantren, dan OPOP), Riset dan survei dengan berbagai lembaga, Penguatan Rumah Kurasi, serta bersinergi dengan OJK untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan. kbc6

Bagikan artikel ini: