Emil Dardak ungkap potensi migas dari bumi Jatim

Kamis, 3 Desember 2020 | 13:05 WIB ET
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak Elestianto
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak Elestianto

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan potensi energi minyak dan gas (migas) di wilayahnya yang bisa dimanfaatkan. Antara lain, minyak bumi sebanyak 136 juta barel dan gas sebanyak 2.983 miliar kaki kubik.

"Jatim punya cadangan 136 juta barel minyak bumi dan 2.983 miliar kaki kubik untuk gas, itu yang terbukti," kata Emil dalam diskusi panel bertajuk Improving Oil and Gas Investment Climate to Achieve Energy Security via Increasing Reserves & Production, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Namun, jumlah cadangan tersebut merupakan energi yang telah terbukti kebenarannya. Sementara, total cadangan yang ada di Jawa Timur yaitu minyak sebanyak 264,1 juta barel dan gas bumi sebanyak 5.388 kubik feet.

Dia melanjutkan, Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang signifikan dalam sumber daya minyak bumi dan gas. Emil berharap bisa mengoptimalkan penggunaan cadangan migas yang ada.

Namun dia menekankan hal ini bukan berarti pemerintah ingin menghabiskan sumber daya alam yang ada. "Kami di Jatim berharap bisa mengoptimalkan, bukan berarti menghabiskan," kata dia.

Untuk itu dia mendorong agar aktivitas eksplorasi bisa terus dilakukan meski saat ini dalam masa-masa sulit. Sebab, dengan adanya kegiatan eksplorasi bisa mendorong proses pemulihan bisnis di sektor migas.

Dalam proses eksisting field, Emil mengharapkan adanya penggunaan teknologi yang baru di Jawa Timur. Agar nantinya terjadi transfer ilmu yang nantinya bisa digunakan untuk bisnis di sektor lainnya.

"Nanti akan ada difusi knowledge di wilayah kami, jadi akan ada transfer ilmu untuk sektor lainnya," kata dia.

Emil menegaskan, dukungannya terhadap sektor migas ini bukan sekedar untuk mengejar hasil. Melainkan untuk menggerakkan ekosistem ekonomi yang sudah terlihat potensinya.

"Kami berharap investasi yang hadir di jawa timur, ini bukan untuk menjauhkan dengan masyarakat, justru agar SDM-nya bisa blending dengan masyarakat," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: