Jamin pasokan tebu, PTPN X tanam perdana lahan agroforestry 50 ha di Lamongan

Kamis, 3 Desember 2020 | 08:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Guna menjaga keajegan pasok Bahan Baku Tebu (BBT), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X ssecara kontinyu menggarap program Agroforestry dengan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur selama empat tahun terakhir. 

PTPN X kembali melakukan melakukan tanam perdana seluas 50 Ha di Tenggerejo, Lamongan, yang dihadiri oleh Direktur PTPN X Aris Toharisman, SEVP Operation PTPN X Dimas Eko Prasetyo, dan Administratur KPH Mojokerto Suratno. 

Aries mengatakan, program Agroforestry telah terbukti memberikan tambahan pasok Bahan Baku Tebu (BBT) secara siginifikan ke pabrik gula PTPN X pada Musim Giling Tahun 2020 ini. Salah satunya adalah tambahan pasok BBT sebesar 2.712 Ton untuk PG Lestari. Harapannya, penambahan pasok BBT secara signifikan tersebut akan kembali terjadi pada Musim Giling Tahun 2021. 

“Program Agroforestry memberikan dampak signifikan untuk penambahan pasok BBT ke pabrik gula dengan rendemen antara 7-8%. Selain itu, program Agroforestry ini juga sebagai salah satu upaya memberdayakan masyarakat desa hutan untuk bersinergi memanfaatkan sumberdaya hutan,” terang Aris. 

Varietas yang ditanam pada lahan Tenggerejo adalah Bululawang, dimana nantinya akan digilingkan seluruhnya ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep Mojokerto pada musim giling mendatang. Sebagai upaya tindak lanjut tanam perdana ini, PTPN X juga akan melakukan monitoring untuk melihat ketepatan perawatan tanaman tebu.

Total luasan Agroforestry yang telah tertanam adalah sebesar 201.494 Ha untuk PG Gempolkrep dengan KPH Mojokerto, 60,067 Ha untuk PG Djombang Baru dengan KPH Bojonegoro, dan 53,815 Ha untuk PG Lestari dengan KPH Jombang. 

"Ke depannya, akan diadakan penanaman tanaman tebu kembali pada lahan seluas 128,7 Ha untuk PG Modjopanggoong dengan KPH Blitar," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: