Ekonomi mulai bergerak, Jatim alami inflasi 0,26 persen di November 2020

Rabu, 2 Desember 2020 | 11:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Mulai bergeraknya roda ekonomi Jawa Timur mendorong kenaikan indeks harga di sejumlah komoditas pengeluaran sehingga pada November 2020 Jatim alami inflasi sebesar 0,26 persen. Dan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman (mamin) dan tembakau sebesar 1,24 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan dalam konferensi pers virtual di Surabaya, Selasa mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,26 persen pada November 2020 itu naik dari 103,94 pada Oktober 2020 menjadi 104,21 pada bulan November 2020.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender hingga November 2020 tercatat sebesar 0,98 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,50 persen.

Sementara itu, selain pada kelompok mamin dan tembakau, kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikkan sebesar 0,08 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok transportasi sebesar 0,21 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47 persen.

Untuk kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

"Untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2020 antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, bawang putih, obat dengan resep, tomat, cabai merah dan ikan mujair," kata Dadang.

Sedangkan, berdasar penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jawa Timur selama November 2020, seluruh kota mengalami inflasi, dan terbesar terjadi di Sumenep sebesar 0,82 persen.

Kemudian diikuti Kediri dan Jember masing-masing sebesar 0,44 persen, Madiun dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,41 persen. Selanjutnya inflasi di Malang tercatat sebesar 0,31 persen, dan inflasi terendah di Banyuwangi dan Surabaya masing-masing sebesar 0,20 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: