Pemerintah larang swasta impor vaksin Covid-19, ini alasannya

Rabu, 2 Desember 2020 | 11:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan untuk melarang perusahaan swasta mengimpor vaksin Covid-19. Artinya, impor vaksin Covid-19 hanya bisa dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perusahaan pelat merah akan dilibatkan penuh dalam proses vaksinasi Covid-19. Mulai dari pembelian, produksi, distribusi hingga proses vaksinasinya.

Menteri BUMN Erick Thohir pun menyebutkan banyak pertanyaan apakah swasta boleh ikut mengimpor vaksin Covid-19. Namun, saat ini pemerintah lebih memilih cari aman dalam pengadaan vaksin dari wabah yang telah memporak-porandakan ekonomi maupun sosial.

Tujuannya untuk menghindari munculnya kebingungan dalam jika banyak pihak yang melakukan impor vaksin.

"Mungkin ada pertanyaan juga apakah mungkin swasta bisa impor vaksin sendiri. Nah kebetulan pemerintah mengambil posisi hari ini aman. Karena kalau terlalu banyak distribusi yang tidak terkontrol, ditakutkan nanti saat vaksinasi terjadi kebingungan berbagai macam merek vaksin (Covid-19), harganya juga berbeda-beda," ujar Erick Thohir dalam video virtual, Selasa (1/12/2020).

Menurut dia, proses vaksinasi Covid-19 sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019.

"Memang di tahap 1 ini kenapa Perpres 99 sendiri mengkonsolidasikan semua di bawah Kemenkes, baik keputusan jenis vaksin, distribusi dan harga. Nah kebetulan Kemenkes meminta kami untuk yang vaksin mandiri," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: