Ekonom menggeliat, tingkat keterisian hotel di Tanah Air meningkat

Rabu, 2 Desember 2020 | 10:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bisnis perhotelan Indonesia mulai pulih, seiring dengan mulai menggeliatnya ekonomi di sejumlah daerah. Hal itu terlihat dari tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel klasifikasi bintang berada di level 37,48. Angka itu tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan meningkatnya okupansi hotel klasifikasi bintang didorong oleh wisatawan domestik atau turis lokal.

"Untuk tahun 2020 bisa dilihat menunjukkan tren yang meningkat TPK untuk hotel kelas bintang, September TPK 32,12, di Oktober meningkat menjadi 37,48%" kata Setianto dalam video conference, Selasa (1/12/2020).

Setianto menyebut, tingkat okupansi hotel yang berada di level 37,48 ini meningkat 5,36 poin dibandingkan bulan sebelumnya, Namun mengalami penurunan 19,29 poin jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, rata-rata waktu lama menginap tamu asing dan lokal di hotel klasifikasi bintang tercatat 1,62 hari selama Oktober 2020 atau menurun 0,18 poin jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

"Tentu saja peningkatan ini kita lihat tren wisman yang masih belum banyak gerak sehingga perkembangan TPK ini banyak dipengaruhi oleh wisatawan domestik, MtM naik 5,36 poin, tapi YoY turun 19,29 poin," jelasnya.

Total jumlah wisatawan mancanegara (wisman) atau turis tercatat sebanyak 158,2 ribu di Oktober 2020. Angka itu naik 4,57% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 88,25% dibandingkan Oktober 2019.

Dari 158,2 ribu wisman yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak melalui jalur darat yaitu 99,7 ribu atau 63%, disusul lewat jalur laut sebanyak 45,7 ribu atau 29%, sedangkan yang melalui jalur udara hanya 12,8 ribu atau 8% dari total turis di Oktober 2020.

Dilihat dari perkembangan transportasi angkutan udara, tercatat jumlah penumpang penerbangan domestik sebanyak 2,22 juta orang atau naik 17,33% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara dibandingkan Oktober 2019 mengalami penurunan 66,21%.

Sementara penumpang penerbangan internasional jumlah 0,04 juta orang atau naik 13,53% dibandingkan bulan sebelumnya, Namun jumlah tersebut menurun 97,76% dibandingkan Oktober 2019.

Untuk perkembangan kereta penumpang di Oktober 2020, jumlahnya sebanyak 11,94 juta orang atau naik 4,45% dari bulan sebelumnya, dan tetap menurun 67,25% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sementara untuk kereta barang, tercatat berhasil mengangkut 3,85 juta ton atau baik secara bulanan maupun tahunan yaitu masing-masing 6,78% dan 14,64%.

Terakhir, perkembangan angkutan penumpang kapal laut tercatat jumlahnya 1,10 juta orang atau naik 3,11% dari bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan tetap turun 46,26%. Sedangkan jumlah barang yang diangkut oleh kapal mencapai 27,31 juta ton atau naik 2,74% dibandingkan bulan sebelumnya, begitu juga secara tahunan naik 6,16%. kbc10

Bagikan artikel ini: