Investasi baru Rp32,5 triliun tersebar di 26 proyek agro

Rabu, 2 Desember 2020 | 00:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan investasi di sektor industri agro.Tujuannya, agar dapat memperkuat struktur di dalam negeri sehingga bisa lebih berdaya saing.

"Kami mencatat lebih dari Rp 32,5 triliun investasi baru yang akan masuk pada sektor agro dengan total sekitar 26 proyek," kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Ia menyebutkan pihaknya membagi tiga sektor industri agro yang sedang diakselerasi untuk terus tumbuh dan meningkatkan kapasitas produksinya. Pertama, industri makanan, hasil laut, dan perikanan yang akan meliputi komoditas gula, tepung, pakan, penggilingan jagung, serta biskuit. "Untuk industri makanan tersebut, total akan ada sembilan proyek dengan investasi senilai Rp 19,94 triliun," terang Rochim.

Sektor kedua, yakni industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar yang meliputi produk air minum dalam kemasan (AMDK), susu dan olahan susu, minuman ringan, serta cokelat. "Total sektor ini akan ada tujuh proyek dengan investasi senilai Rp2,66 triliun," imbuhnya.

Ketiga, industri hasil hutan dan perkebunan yang meliputi refinery dan fraksinasi sawit, biodiesel, minyak sawit, pulp, dan kertas. Total bakal ada 10 proyek dengan investasi senilai lebih dari Rp 10 triliun.

Berbagai investasi tersebut diharapkan dapat mengungkit kinerja industri agro, terlebih setelah terkena dampak signfikan akibat pandemi Covid-19. "Sektor-sektor itu sangat esensial karena terkait dengan kebutuhan utama masyarakat," ujar Rochim.

Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kemenperin, Supriadi menyampaikan, investasi di industri makanan dan minuman (mamin) telah mencapai Rp40,5 triliun. Angka tersebut merupakan 20% dari total investasi ke industri pengolahan, yang senilai Rp201,8 triliun sepanjang Januari-September 2020.

"Pemerintah juga telah menetapkan beberapa sektor industri prioritas yang akan dikembangkan dan tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), di mana industri pangan termasuk dalam salah satu industri andalan yang diprioritaskan pengembangannya," paparnya.

Supriadi mengemukakan, salah satu fokus pengembangan industri mamin yang akan dilakukan pada tahun 2021 adalah menjaga ketersediaan bahan baku. "Ketersediaan bahan baku di industri mamin sangat penting untuk mencukupi dari sisi jumlah, kualitas, maupun kontuinitas produksi," tuturnya.

Di samping itu, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu pertimbangan para investor. "Berikutnya adalah ketersediaan pasar dan fasilitas fiskal juga menjadi pendorong penanaman modal oleh para investor," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: