Genjot transaksi UMKM, GoFood dan Pemprov Jatim beri diskon harga 20 persen

Selasa, 1 Desember 2020 | 20:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gojek, SuperApp terdepan di Asia Tenggara konsisten sebagai garda terdepan membantu masyarakat untuk tetap produktif selama masa adaptasi kebiasaan baru dengan mengedepankan protokol kesehatan, kebersihan dan keamanan.

Salah satunya dengan menggandeng Pemerintah Pemprov Jatim melalui Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jatim untuk membantu keberlangsungan pendapatan ribuan UKM, terutama yang memanfaatkan GoFood sebagai solusi teknologi yang dihadirkan oleh Gojek.

Upaya yang dilakukan Gojek dan Pemprov Jatim adalah dengan memberikan potongan harga sebesar 20% untuk setiap transaksi yang dilakukan melalui aplikasi GoFood bagi masyarakat di Surabaya Raya & Malang Raya yang membeli kuliner atau jajanan khas Jatim. Potongan harga 20% ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) kuliner lokal, sehingga perekonomian terus berputar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jatim Mas Purnomo Hadi mengatakan, pihaknya menyambut baik sinergi yang dilakukan oleh Pemprov Jatim & Gojek untuk terus menggairahkan usaha kuliner berbasis UMKM di Jatim dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini sejalan dengan semangat kami untuk terus melakukan terobosan agar sektor UMKM dapat terus bergeliat namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Dengan demikian usaha kuliner mitra UMKM yang tadinya sempat terkendala karena Pandemi Covid-19 dapat membaik melalui program potongan harga yang diberikan oleh GoFood ini, utamanya jajanan khas Jatim. Bilamana sinergi ini berdampak positif, bukan tidak mungkin kerjasama serupa akan kami lanjutkan di tahun-tahun mendatang," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Sementara itu Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Gojek  wilayah Jatim & Bali Nusra, Boy Arno mengatakan, sebagai aplikasi super karya anak bangsa, Gojek secara konsisten mendukung upaya Pemprov Jatim untuk menggerakkan sektor UMKM melalui ekosistem digital yang dimiliki.

"Melalui promosi digital berupa  potongan harga 20% di aplikasi GoFood selama periode 18 November hingga 15 Desember 2020 ini, kami harapkan dapat mendorong pelanggan bertransaksi dan mendukung peningkatan pendapatan mitra merchant kami yang memang berbasis UMKM," ujarnya.

Menurutnya, ketahanan ekonomi selama pandemi Covid-19 di Pemprov Jatim ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek. Solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi sehingga bisa bertahan di situasi pandemi Covid-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk "go digital".

Maylani Haliman, pemilik merchant GoFood Nyah Tewelyang yang berpartisipasi dalam program ini mengatakan, pihaknya merasakan dampak positif mengikuti program yang digagas oleh Gojek dan Pemprov Jatim ini.

"Selama program potongan harga 20% Jajanan Jatim ini, transaksi penjualan kami naik hingga 70% dengan omset meningkat hingga 150%. Oleh karena itu saya berharap agar program ini dapat diteruskan di kemudian hari sehingga merchant seperti kami yang memang berbasis UMKM dapat terus bertahan dan berkembang di tengah pandemi ini," ungkapnya.

Sepanjang dua minggu pertama program ini berjalan, dari 18 November hingga 1 Desember 2020 -  tercatat hampir 5.350 transaksi dengan total penjualan mencapai hingga Rp 220 juta di merchant-merchant UMKM Jajanan Khas Jatim yang berpartisipasi. Diharapkan di akhir periode program pada 15 Desember mendatang lebih banyak lagi transaksi yang dapat berdampak positif bagi mitra UMKM GoFood ini. kbc7

Bagikan artikel ini: