Hingga 25 November 2020, realisasi anggaran PEN capai 62,1 persen

Senin, 30 November 2020 | 21:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 25 November 2020 telah mencapai Rp 431,54 triliun atau 62,1% dari pagu sebesar Rp 695,2 triliun.

Selain itu, realisasi anggaran hingga akhir tahun akan terus diakselerasi agar menjadi basis dari pemulihan ekonomi nasional di tahun depan. "Saat ini program PEN dan penanganan Covid-19 sebesar Rp431 triliun telah terealisasi. Dan kita akan terus melihat sisi penggunaan anggaran hingga Desember ini, karena masih ada dana yang akan direalisasikan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual BNPB, Senin (30/11/2020).

Dia merinci untuk anggaran kesehatan hingga 25 November 2020 telah terealisasi sebesar Rp 40,32 triliun atau 41,2% dari pagu Rp 97,9 triliun. Adapun untuk dana yang tidak terserap, akan dijadikan dana cadangan untuk pembiayaan vaksin.

"Program kesehatan realisasi capai 41,2% dan ini berarti Rp 40,32 triliun sudah dilakukan pencairan. Apabila masih ada bidang kesehatan yang belum terserap, maka dia akan dilakukan pencadangan untuk pembiayaan vaksin kita," ujar dia.

Sedangkan, untuk program perlindungan sosial realiasinya telah mencapai Rp 207,8 triliun atau 88,9% dari pagu sebesar Rp 233 triliun. Sri Mulyani pun optimis dana ini akan terserap sepenuhnya di akhir tahun.

"Sampai Desember 100% akan terealisasi. Karena masyarakatnya sudah terdata, dan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut," ucapnya.

Sementara itu, untuk realisasi sektoral kementerian dan lembaga (K/L) hingga 25 November mencapai Rp 36,25 triliun atau 54,9% dari pagu anggaran sebesar Rp 65,97 triliun. "Ini utamanya untuk bantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga. Karena seperti program padat karya, insentif perumahan dan bidang pariwisata yang mengalami tekanan cukup besar," tuturnya.

Adapun untuk dukungan pariwisata dari anggaran sebesar Rp 3,8 triliun sudah terealisir Rp 1 triliun, ini untuk bantu destinasi pariwisata hotel dan restoran agar mereka mampu bertahan karena penurunan omzet akibat Covid-19. "Kami juga mendorong kegiatan K/L, termasuk di bidang ketahanan pangan yang merupakan pilar penting menjaga stabilitas kita," tambahnya.

Kemudian, untuk insentif usaha yang mencapai Rp 120,6 triliun, realisasinya hingga 25 November mencapai Rp 46,4 triliun atau 38,5% dari pagu anggaran.kbc11

Bagikan artikel ini: