Sukses digelar secara offline, INAPRO Expo 2020 berlanjut secara online hingga akhir Desember

Kamis, 26 November 2020 | 16:04 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pameran INAPRO Expo 2020 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur  telah resmi ditutup secara offline pada Minggu (22/11/2020) oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Namun pameran berkonsep hybrid ini masih terus berlangsung secara online hingga akhir Desember 2020.

Ketua Penyelenggara INAPRO Expo 2020 sekaligus Direktur PT. Amara Satu Raya, Yusuf Karim Ungsi mengatakan konsep hybrid menjadi satu-satunya alternatif jitu bagi pebisnis pameran di masa pandemi. Terlebih jumlah buyer yang diperbolehkan datang bertransaksi secara offline di INAPRO Expo 2020 dibatasi hanya 500 orang per hari.

"Secara umum, target kita sudah terpenuhi. Jumlah buyer offline selama empat hari pameran mencapai 2 ribu, malah lebih karena sebenarnya animo masyarakat untuk datang sangat besar. Hanya saja, karena ada pembatasan, mereka tidak bisa leluasa datang semua," ujar Yusuf Karim Ungsi saat dikonfirmasi, Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Besarnya animo masyarakat tersebut menjadi pertanda bahwa ekonomi Jatim semakin bergeliat. Masyarakat tidak lagi merasakan kekhawatiran yang berlebih untuk melaksanakan kegiatan ekonomi ketika  dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Sosial distancing harus tetap dilakukan. Makanya ketika berkunjung secara online, mereka harus daftar dulu via online, by name by address. Penggunaan masker dan handsanitizer juga ditekankan ketika masuk area pameran. Hasilnya, transaksi berjalan dengan lancar. Pengunjung  merasa aman sementara UMKM yang menjual juga bisa melakukan transaksi dengan perasaan aman, tanpa khawatir  penyebaran virus covid-19," tambahnya.

Dari pantauan yang dilakukan, transaksi offline INAPRO Expo 2020 selama empat hari mencapai Rp 973,3 juta. Besaran transaksi tersebut menurut Yusuf sudah sangat bagus mengingat dilaksanakan di masa pandemi. Terlebih transaksi juga tidak hanya berhenti di saat pameran saja. Transaksi diharapkan akan terus berlanjut karena mereka juga difasilitasi untuk bertemu dengan pebisnis dari sejumlah negara. 

Di hari kedua pameran, ujarnya, ada pertemuan Business to Business dengan diaspora dari Kuala Lumpur Malaysia secara virtual yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim. 

Selain itu, juga digelar Business Matching antara 20 pelaku usaha Jatim yang bergerak di sektor makanan minuman olahan, dengan 9 calon buyer dari Tawau Malaysia. 

"Masih belum ada transaksi karena masih ditindaklanjuti dengan korespondensi lebih lanjut antara pelaku usaha Jatim dangan calon buyer Malaysia. Kegiatan ini kerjasama antara Pemprov Jatim dengan  KBRI Tawau Malaysia," tambahnya.

Walaupun secara offline, INAPRO Expo 2020 sudah ditutup, tetapi pameran ini masih terus berlangsung secara online hingga akhir Desember, tepatnya sekitar tanggal (20/12/2020). Sehingga masyarakat masih bisa untuk berkunjung dan membeli berbagai produk dalam negeri yang berkualitas di salah satu market place.

"Diakhir Desember 2020 nanti, baru kita tahu berapa total transaksi dan jumlah pengunjung, baik secara offline maupun online di perhelatan perdana yang digelar Kadin Jatim dan Kadin Surabaya ini. Dan syukurlah, meskipun  INAPRO Expo 2020 ini adalah yang pertama, tetapi kesuksesannya sudah bisa disandingkan dengan salah satu pameran yang sudah dihelat selama 10 kali," ungkap Yusuf.

Kesuksesan tersebut menurutnya tidak lepas dari dukungan banyak pihak dalam pelaksanaannya, mulai dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, hingga Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang dengan semangat luar biasa membawa sekitar 28 anggota senator dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkunjung dan berbelanja produk unggulan Jatim. 

Dukungan juga mengalir dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Pariwisata Jatim. Sementara dukungan pendanaan datang dari Bank Indonesia, Bank Jatim dan Bank UMKM.

"Kedepan, kami akan berupaya menyempurnakannya, salah satunya dengan menambah sektor IKM dan UKM peserta pameran. Kalau saat ini hanya UMKM yang bergerak di bidang kerajinan, makanan dan minuman serta fashion, maka pada pagelaran tahun depan akan kami ikutkan juga produk permesinan atau produk lainnya yang diproduksi dari dalam negeri," pungkasnya. 

Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengungkapkan bahwa keinginan Kadin Jatim untuk menggelar pameran bertajuk "Bangga Buatan Indonesia" ini adalah dengan melihat besarnya dampak positif yang ditimbulkan. Selain bisa menjadi angin segar dan membangkitkan kembali gairah UMKM Jatim untuk terus berkarya, perhelatan ini  juga diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). 

"Dengan digelarnya pameran, ruang meeting menjadi terpakai, banya penjual dan pembeli  dari luar kota datang ke Surabaya sehingga mampu mendongkrak tingkat akupansi hotel juga. Ini menjadi semacam nafas baru bagi industri MICE karena selama pandemi seolah mati suri. Tidak ada pemasukan, hingga banyak yang merumahkan bahkan mem-PHK karyawannya," ujar Adik. 

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pandemi memang telah mengakibatkan ekonomi Jatim dan Indonesia, bahkan dunia mengalami kontraksi yang cukup dalam. Pada triwulan II/2020, ekonomi Jatim terkontraksi sebesar 5,9 persen. Dan di triwulan III/2020, terkontraksi sebesar 3,75 persen.

"Ini menunjukkan, recovery ekonomi Jatim telah berjalan dengan baik. Ekonomi Jatim triwulan III/2020 dibanding triwulan II/2020 mampu tumbuh sebesar 5,89 persen. Ini capaian yang luar biasa ditengah gejolak pandemi Covid-19. Dan dengan berbagai upaya yang telah dan akan kita lakukan bersama, saya yakin kondisi ekonomi Jatim akan segera pulih, bahkan akan mampu tumbuh diatas rata-rata nasional," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: