Ngeri! 16 Persen masyarakat RI ogah disuntik vaksin Covid-19

Rabu, 25 November 2020 | 12:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus berupaya menyiapkan segala hal terkait vaksinasi bagi masyarakat. Saat ini beberapa vaksin Covid-19 yang akan didistribusikan pemerintah kepada masyarakat sedang dilakukan uji klinis. Namun ternyata masih ada beberapa masyarakat yang ogah untuk disuntik vaksin. Meskipun pemerintah sudah memastikan jika seluruh masyarakat akan mendapatkan vaksin.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya melakukan riset dan survey kepada beberapa masyarakat tentang vaksin Covid-19. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara rinci tentang survey tersebut. Namun, dari hasil survei tersebut sebanyak 66% masyarakat Indonesia bersedia divaksin. Namun ada 16% peserta survei yang tidak mau divaksin.

"Tentu kita tidak mau memaksakan 16% itu. Kita tidak tahu alasannya apa mereka tidak mau," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

Menurut Erick, masyarakat yang khawatir akan kehalalan dari vaksin seharusnya tidak perlu khawatir. Karena, sejak awal pemerintah sudah melibatkan MUI yang menjadi pemegang otoritas terkait halal dan haram di Indonesia. Mengenai kualitasnya, Mantan Pemilik Klub Bola Inter Milan memastikan akan tetap mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Artinya, akan dilakukan beberapa uji klinis terlebih dahulu secara terbuka. "Lalu kalau mengenai kualitas, kalau ada pertanyaan seperti itu ya sama. Kalau obat pusing itukan ada panadol dan bodrex, obat itu sama-sama nyembuhin pusing," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: