Dorong link and match, PPNS gelar penyelarasan dengan DUDI

Selasa, 24 November 2020 | 19:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dalam rangka mendorong link and match dengan dunia usaha dan industri, Prodi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menyelenggarakan program penyelarasan antara Perguruan Tinggi Vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan industri.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal (20/11/2020) hingga (22/11/2029) tersebut diawali dengan pembahasan capaian pembelajaran instruktur SMK bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilakukan kombinasi online dan offline dan diakhiri dengan Penandatanganan MoU antara PPNS dengan Industri serta SMK.

Penandatanganan MoU sendiri dilakukan pada tanggal 22 November 2020. Acara ini merupakan program hibah dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur PPNS beserta para dosen, beberapa pimpinan industri, diantaranya PT Pelindo III, PT. Adiluhung Sarana Segara, PT. Terminal Peti Kemas Surabaya, PT. Terminal Teluk Lamong, PT PAL Indonesia, PT Kertarajasa Sidorjo, juga hadir perwakilan praktisi HSE dari berbagai perusahaan dan beberapa pimpinan SMK seperti SMK Negeri III Surabaya, SMK Negeri Cerme Gresik, SMK Negeri 1 Tambak Boyo Tuban, SMK Diklat PT PAL Surabaya, SMK Perkapalan Sidoarjo dan SMK Pungging Sidoarjo.

Direktur PPNS, Eko Julianto mengungkapkan bahwa program penyelarasan antara PPNS dan industri sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 1995 dengan program link and match. Eko mengatakan bahwa dengan kebijakan pemerintah melalui Mitras DUDI membuat program "kawin massal" antara PT Vokasi, SMK, serta Dunia Usaha & Dunia Industri (DUDI).

"Cita-cita untuk terwujudnya keselarasan menjadi lebih mungkin terwujud dengan terus mendorong pengembangan ekosistem dan SDM unggul di bidang vokasi dan siap memasuki dunia industri," ujar Eko, Surabaya, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu Direktur SDM Pelindo III, Edi Priyanto menyatakan bahwa pihaknya sebagai perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mendukung dan berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi agar terwujud link and match antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

Tujuannya tak lain adalah agar dapat mewujudkan SDM yang kompeten sehingga saat memasuki dunia industri nantinya tidak terjadi gap kompetensi yang signifikan. "Mahasiswa perlu dikenalkan ke dunia industri seluas-luasnya dan juga perlu mengajak dunia industri ke kampus sebanyak-banyaknya," ujarnya.

"Pada saat ini Perguruan Tinggi harus mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kerja yang siap bekerja dengan penerapan kurikulum yang lebih banyak aktifitas praktek kerja/lapangan dan tentunya tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dan fasilitasi dari pihak industri," pungkas Edi.kbc6

Bagikan artikel ini: