Intervensi teknologi lemah bikin produktivitas tambak udang RI rendah

Jum'at, 20 November 2020 | 18:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo mengakui lemahnya intervensi teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tambak udang di Tanah Air.

"Banyak masyarakat yang punya tambak udang lebih dari dua hektare di luar Jawa. Tapi, rata-rata produktivitas tidak lebih dari 1 ton," ungkap  Edhy dalam Jakarta Food Security Summit (JFSS) Kelima yang digelar secara virtual, Kamis (19/11/2020).

Edhy mengatakan pemerintah ingin agar produktivitas udang bisa dinaikkan. Hal itu lebih bermanfaat karena penggunaan lahan dapat lebih kecil namun dengan produksi yang lebih besar."Bagaimana kalau ditingkatkan sedikit jadi 4 ton per 1.000 meter persegi? Hasilnya dikali Rp 60 ribu (harga udang), itulah penghasilan yang bisa diambil selama 3,5 bulan," kata Edhy.

Edhy menuturkan di masa sebelumnya, banyak para kalangan industri berhenti untuk berinvestasi di sektor perikanan budidaya  seperti tambah udang. Itu karena kebijakan yang selalu bertentangan antara keberlanjutan lingkungan dengan kemakmuran masyarakat.

Seharunya, kata Edhy dua hal itu tidak dipertentangkan dan diatur dengan baik agar sama-sama berjalan. Sebab, jika terus terjadi konflik, sulit bagi pemerintah untuk memajukan sektor perikanan budidaya.

"Misal, kalau kita bisa intervensi, satu hektare saja dibagi lima orang, masing-masing 2.000 meter persegi, saya jamin produktivitas bisa dinaikkan bahkan sama dengan tambak 10 hektare yang tanpa intensifikasi," kata Edhy.

Sektor perikanan budidaya khususnya udang juga memiliki pangsa pasar yang besar untuk kebutuhan ekspor. Edhy mengatakan, kebutuhan dunia akan udang saat ini mencapai 13 juta ton. Sementara, per tahun 2019, produksi udang masih di bawah 1 juta ton atau menduduki posisi ketujuh di bawah India.

Padahal, kata Edhy Indonesia dahulu dikenal sebagai negara penghasil udang terbesar dengan komoditas udang windu dan galah yang dikenal pasar dunia. "Mengembangkan udang tidak sulit, budidayanya tidak sulit, ahlinya ada. Hanya masalahnya sekarang kita siap atau tidak? KKP mendorong ada investasi untuk budidaya udang dan kita sangat terbuka," pungkasnya kbc11

Bagikan artikel ini: