Menyibak arah restrukturisasi BUMN Pangan ala Menteri Erick

Kamis, 19 November 2020 | 22:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji peleburan dua perusahaan di klaster BUMN pangan, yakni Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan PT Perikanan Nusantara.

Menurut Erick, kedua perusahaan tersebut lebih baik disatukan saja. Dia tidak melihat adanya manfaat bagi klaster pangan BUMN untuk memiliki dua perusahaan perikanan. "Kami coba pelajari, mengapa kita punya dua perusahaan ikan? Lebih baik satu saja," kata Erick dalam Jakarta Food Security Summit (JFSS) Kelima secara virtual di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Erick menambahkan, nantinya BUMN perikanan ini tidak usah bersaing dengan nelayan maupun memiliki kapal. Erick ingin BUMN perikanan fokus pada cold storage dan di pasar.Lebih lanjut, Erick menjelaskan, pembuatan klaster BUMN pangan ditujukan untuk mengembangkan industri pangan nasional, baik untuk pemenuhan pasar domestik, maupun untuk substitusi impor.

Beberapa komoditas yang menjadi fokus klaster BUMN pangan adalah beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, ikan, cabai, bawang merah, dan garam.Dalam klaster BUMN pangan ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjadi holding BUMN pangan.

Holding ini beranggotakan PT Berdikari (Persero) yang fokus pada penyediaan daging sapi dan ayam, Perinus dan Perindo untuk perikanan.Kemudian PT Pertani (Persero) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) untuk memperluas inti plasma beras dan jagung menuju pemrosesan, serta secara bertahap masuk ke bisnis tanaman hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah.

Kemudian, PG Rajawali untuk penyediaan gula dan PT Garam (Persero) untuk garam. Sementara PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) difokuskan untuk keperluan logistik, penyimpanan, dan distribusi bagi klaster pangan. Adapun PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) difokuskan untuk memastikan pemindahan atas perdagangan dari RNI.kbc11

Bagikan artikel ini: