Menjawab tantangan ekonomi di masa pandemi, ini program dan kebijakan PLN Jatim

Senin, 16 November 2020 | 17:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjawab tantangan peningkatan perekonomian di masa pandemi, General Manager PLN UID Jawa Timur Nyoman S Astawa siapkan beragam solusi PLN dalam diskusi "Actualizing The Post Normal: Year 2021 & Beyond, Utilities Industry Perspective" yang digelar secara daring oleh Jakarta CMO Club dan Marketeers.

Acara yang digelar di akhir pekan kemarin menghadirkan Deputy Chairman Markplus, Jacky Mussry, General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa, Wakil Sekjen Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), General Manager Marketing & Supply Chain Digitalization PT Semen Indonesia, R Ameria Sumantri 

"Di tahun 2020, kita sedang dalam kondisi relief, pemerintah menggerakkan semua pihak untuk menyelamatkan ekonomi. Faktanya, perekonomian masih turun. Diperkirakan pada 2021-2022, akan memasuki masa recovery dan investasi meningkat. Lantas apa saja yang telah dan akan disiapkan beragam sektor utilitas untuk menyongsong era baru ini," papar Jacky Mussry. 

Menjawab dengan optimis, Nyoman memaparkan saat ini PLN tengah menjalankan beragam kebijakan sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik. Ia menegaskan, ada empat hal yang disiapkan PLN sebagai penyedia listrik.

Yang pertama adalah availability. Menurutnya, ketersediaan daya mampu di Jawa Timur saat ini terbilang cukup, yakni 9217 MW. Yang kedua adalah reliability, keandalah dan kualitas. PLN terus melakukan perbaikan dari sisi infrastruktur, pemeliharaan, manuver jaringan untuk meningkatkan dari sisi kualitas tegangan. Yang ketiga adalah accesibility, melistriki saudara-saudara kita yang belum berlistrik. Dan yang keempat adalah affordability, harga.

"Bagaimana PLN menyiapkan harga listrik bisnis dan industri mendukung daya saing dan dapat dinikmati industri dalam negeri. Kami selalu mengupayakan perbaikan di sisi Biaya Pokok Penyediaan (BPP), agar mendukung competitiveness," papar Nyoman. 

Selain itu, PLN UID Jawa Timur pun memiliki rencana penguatan sistem 2020-2024, mulai dari pembangunan GI hingga GITET untuk mendukung sektor industri, bisnis, pariwisata dan lainnya. Meski di tengah pandemi, tantangan peningkatan perekonomian optimis bisa dicapai terbukti dengan pertumbuhan penjualan di Jatim. hingga Oktober 2020, pertumbuhan penjualan energi di Jatim tumbuh 2,65 persen, lebih besar dari pertumbuhan nasional 0,29 persen.

"Sektor rumah tangga, publik, industri kecil & UMKM mengalami pertumbuhan positif. Selain itu, sektor usaha yang survive di masa pandemi yakni makanan & minuman sebesar 0,08 persen, telekomunikasi sebesar 5,92 persen dan farmasi sebesar 3,12 persen," terangnya. 

Untuk mempertahankan daya beli masyarakat, PLN pun menjalankan program stimulus tarif tenaga listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA, 900 VA, bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA, hingga November 2020 total stimulus yang diberikan untuk pelanggan di Jawa Timur sebesar 1,92 Triliun. PLN pun memiliki program untuk mendukung penguatan UMKM melalui diskon tambah daya 75 persen Super Merdeka bagi UMKM/IKM yang berlaku hingga 30 November 2020.

Adapula produk Renewable Energy Certificate untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang menginginkan pengakuan dalam penggunaan energi terbarukan berupa bukti kepemilikan sertifikat standar internasional. 

Nyoman pun menyampaikan dukungan PLN di Jawa Timur bagi sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang masih tumbuh di masa pandemi, dengan program electrifying agriculture. Mulai dari melistriki persawahan di Madiun yang telah mencapai 36.466 hektar, melistriki bawang merah  total daya 22.500 VA, hingga melistriki buah naga yang pada tahun 2020 mencapai 3.659 hektar.kbc6

Bagikan artikel ini: