Transaksi di Bukalapak melonjak 50 persen sejak pandemi

Kamis, 12 November 2020 | 15:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 rupanya membawa dampak positif terhadap sejumlah marketplace seiring dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kondisi itu membuat platform e-commerce Bukalapak untuk terus berinovasi melalui produk-produk Bukalapak, baik melalui marketplace, O2O, ataupun lini bisnis e-procurement Bukalapak.

VP of Marketing Bukalapak Erick Wicaksono mengatakan, langkah yang di ambil ini terbukti telah berdampak positif pada transaksi di Bukalapak meskipun di tengah situasi pandemi, terlihat dari kenaikan transaksi sejak Juni lalu sekitar 50% dibandingkan dengan tahun lalu.

"Jumlah transaksi oleh Mitra Bukalapak di bulan Juni tahun ini juga naik hingga sekitar 3 kali lipat dari bulan yang sama tahun lalu. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai oleh Mitra Bukalapak," ungkap Erick, Rabu (11/11/2020).

Selain itu, Erick menyebut, kenaikan juga terjadi pada jumlah pelaku UMKM yg bergabung menjadi Pelapak dan Mitra Bukalapak, yakni mencapai lebih dari 3 juta di 7 bulan pertama tahun ini.

Untuk tahun 2021, pihaknya berharap akan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari inovasi dan teknologi terlebih untuk meringankan beban ekonomi akibat pandemi ini.

"Kami juga menyadari bahwa tahun 2021 masih menjadi tantangan khususnya terkait dampak ekonomi dari Covid-19 yang mempengaruhi daya beli masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, sebagai turunan dari strategi bisnis, pihaknya terus berupaya untuk bertanggung jawab dan efisien dalam mengatur budget, memperluas market di luar tier 1, melengkapi SKU khususnya barang barang kebutuhan pokok dan kategori sesuai yang dicari masyarakat, serta memperkuat lini bisnis Online to Offline.

Pihaknya akan terus mengoptimalkan platform Bukalapak agar dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM Indonesia dalam meningkatkan kapasitas bisnis dengan dukungan infrastruktur teknologi Bukalapak yang mencakup dukungan logistik, metode pembayaran, pinjaman modal, fitur investasi, virtual produk hingga pelatihan dan pemberdayaan.

"Selain itu, kami juga memberdayakan lini bisnis B2B kami yang memungkinkan UMKM untuk bisa ambil bagian dalam pengadaan barang dalam skala yang lebih besar dan luas," ujarnya.

Menurutnya, Bukalapak juga selalu terbuka untuk bekerja sama dengan sektor swasta maupun dengan BUMN dan Pemerintah, sesuai dengan semangat gotong royong salah satunya dengan berpartisipasi dalam gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, dimana telah bergabung jutaan UMKM Indonesia di dalamnya. kbc10

Bagikan artikel ini: