Pelajar SMP bakal diwajibkan miliki tabungan di bank

Kamis, 12 November 2020 | 09:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal wajibkan seluruh siswa di tingkat SMP di Indonesia untuk memiliki tabungan di bank. Langkah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di Indonesia, khususnya kalangan anak-anak muda.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, guna mewujudkan hal itu, pihaknya bakal menggandeng pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami punya program seluruh murid SMP akan diwajibkan mempunyai tabungan di bank. Ini sudah kami lakukan di beberapa kota ini media kita juga edukasi dan kita punya program-program literasi keuangan untuk anak SMA dan termasuk mahasiswa," katanya dalam Fintech Summit 2020, Rabu (11/11/2020).

Sebenarnya, program ini sudah dijalankan OJK sejak 2019 demi meningkatkan capaian inklusi keuangan yang ditargetkan mencapai 75 persen.

Di samping itu, kata Wimboh, pembukaan rekening siswa SMP itu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman dan mengerti produk-produk keuangan bank.

Hal ini penting agar masyarakat lebih siap menerima perubahan yang cepat di sektor akses keuangan serta juga mendorong aksi menabung dari masyarakat. Pasalnya, menurut Wimboh, saat ini masih ada saja masyarakat yang menyimpan uang di rumah.

Padahal, menabung di bank merupakan salah satu langkah penting untuk menunjang kemampuan keuangan masyarakat ke depan. Di sisi lain, tabungan dari masyarakat juga bisa menambah kekuatan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank.

"Ini kami yakin tidak bisa sendiri karena kami harus bekerja sama seluruh pemangku kepentingan. OJK, karena otoritas keuangan, jadi mempunyai peran yang sangat besar untuk meyakini semua nasabah," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: