IAI: Metode pengurangan risiko, solusi dorong kualitas kesehatan masyarakat

Selasa, 10 November 2020 | 16:59 WIB ET
Ketua KABAR Ariyo Bimmo
Ketua KABAR Ariyo Bimmo

SURABAYA, kabarbisnis.com: Metode pengurangan risiko (harm reduction) dinilai bisa menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Konsep tersebut merupakan pendekatan kesehatan publik yang bertujuan untuk mengurangi bahaya kesehatan dan sosial yang terkait dengan penggunaan zat tertentu.   

"Metode pengurangan risiko perlu diterapkan untuk menjawab permasalahan terkait kesehatan masyarakat. Metode ini dianggap dapat melengkapi strategi yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengurangi angka kasus penyakit tidak menular," kata Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Nurul Falah, Selasa (10/11/2020).  

Belum lama ini, IAI menggelar seminar dengan mengusung tema Metode Pengurangan Bahaya untuk Mendukung Kesehatan Publik bersama Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (PIT IAI) ke-5 yang diadakan secara virtual pada 5-7 November 2020.  

Ketua KABAR, Ariyo Bimmo menambahkan, Indonesia sangat membutuhkan informasi tepat yang berlandaskan kajian ilmiah dalam penerapatan metode pengurangan risiko. “Saat ini Indonesia masih minim akan kajian ilmiah untuk konsep pengurangan risiko. Hal ini berimplikasi masifnya penyebaran informasi yang keliru. Dengan adanya kegiatan pertemuan ilmiah ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat dan juga pemerintah untuk mempertimbangkan konsep ini sebagai solusi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelas Bimmo.

Bimmo melanjutkan, pemerintah harus terbuka dengan hadirnya produk-produk inovasi yang mengusung konsep pengurangan risiko, seperti gula, garam dan produk tembakau alternatif. Selanjutnya, pemerintah perlu mendorong kajian ilmiah untuk memperkaya pengetahuan dan terus meneliti informasi yang tersedia. Hal ini untuk mencegah pemerintah membuat kesimpulan yang terlalu dini dan tanpa fakta terhadap produk-produk tersebut.

Sementara itu Pendiri dan Ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Achmad Syawqie yang menjadi salah satu pembicara dalam PIT IAI. Menurut Syawqie, pemerintah tidak bisa sendirian dalam melakukan riset ini. Untuk mendorong riset dan menciptakan hasil yang komprehensif, pemerintah perlu menggandeng para pemangku kepentingan terkait dengan produk inovasi dengan pendekatan pengurangan risiko, seperti asosiasi, pelaku usaha, akademisi, dan konsumen. 

“Adanya kajian ilmiah akan memicu industri untuk lebih mengembangkan produk dengan pendekatan pengurangan risiko. Lebih lanjut, kajian ilmiah dapat menjadi landasan bagi pemerintah dalam mengatur produk-produk hasil pengembangan inovasi tersebut. Dengan begitu, implementasi pengurangan risiko dapat secara optimal membantu menciptakan kesehatan publik yang lebih baik,” tandas Syawqie. kbc7

Bagikan artikel ini: