Izin di tangan, sepeda impor siap bajiri pasar di bulan ini

Selasa, 10 November 2020 | 11:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pasar dalam negeri diperkirakan bakal kembali kebanjiran produk sepeda dari luar negeri atau impor, menyusul sudah diterimanya izin impor sepeda oleh sejumlah importir.  

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Perdagangan mengatur importasi sepeda dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 68 Tahun 2020 j.o No. 78 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik Serta Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga. 

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyatakan, sejak diterbitkannya peraturan tersebut, Kemendag telah menerbitkan 43 Surat Persetujuan Impor (SPI) sepeda.

"Sejak berlakunya ketentuan impor sepeda, volume importasi sepeda yang telah diberi ijin masuk ke Indonesia kira-kira sebanyak 3 juta unit sepeda," jelasnya, Senin (9/11/2020).

Adapun izin importasi ini hanya untuk produk sepeda yang telah diatur dalam Permendag No 68 tahun 2020  yaitu sepeda roda dua dan sepeda lainnya (termasuk sepeda roda tiga untuk pengantar), tidak bermotor dengan Pos Tarif/HS 8712. 

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan, impor kuota sepeda ini  rata-rata untuk  produk murah dan menengah dengan rincian harga,  produk murah senilai Rp 1 juta - Rp 2 juta dan menengah seharga Rp 2,5 juta - Rp 5 juta. 

"Maka dari itu di November ini, pasar akan kembali diwarnai dengan sepeda-sepeda impor karena kuota impor sepeda sudah dikeluarkan izinnya oleh Kementerian Perdagangan," jelasnya. 

Adapun surat kuotanya baru keluar di pertengahan Oktober lalu. Setelah importir mendapatkan izin tersebut, butuh waktu 3minggu-4 minggu hingga produknya sampai di Indonesia. Oleh karenanya, Eko mengatakan bakal banyak stok sepeda impor yang akan masuk ke Indonesia pada November ini. 

Eko bilang, selama bulan September sampai Oktober tidak ada impor sepeda, kecuali impor yang sudah terlanjur jalan dengan Bill of Landing (B/L) atau dokumen keberangkatan kapal sebelum 29 Agustus 2020. Maka dari itu, kegiatan importasi sepeda yang HS codenya dibatasi pada Permendag No 68 tahun 2020 masih tercatat hingga bulan September 2020. 

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), di sepanjang September 2020 tercatat impor sepeda balap roda dua (HS Code 8712.00.10) sebanyak 20.362 unit, kemudian sepeda roda dua dirancang untuk dikendarai oleh anak-anak (HS Code 8712.00.20) sebanyak 1,46 juta unit.

Lalu ada sepeda roda dua lainnya (HS Code 8712.00.30) sebanyak 2,72 unit, dan produk sepeda lainnya (HS Code 8712.00.90) sebanyak 56.562 unit. Jika ditotal jumlah impor produk sepeda yang tata niaganya diatur dalam Permendag No 68 Tahun 2020 sebanyak 4,26 juta unit. 

Menurut Eko, importasi sepeda murah menengah ini juga untuk memenuhi kebutuhan sepeda di Indonesia karena kapasitas sepeda lokal memang belum bisa memenuhi semua kebutuhan sepeda nasional.

Mengenai kapasitas impor sepeda, Eko mengungkapkan importir besar paling banyak impor sepeda 1 juta unit per-tahunnya sedangkan importir sepeda lainnya kapasitasnya hanya 100.000-250.000 unit per-tahun.

Adapun kembali masuknya sepeda dari luar negeri, diakui Eko bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri lokal khususnya yang bermain di segmen sepeda murah. Meski demikian, Eko menegaskan bahwa penting sekali bagi produsen sepeda lokal untuk melakukan pendekatan brand karena pertimbangan orang membeli tidak hanya karena harganya yang murah saja, tetapi juga memilih karena melihat kualitas barangnya. kbc10

Bagikan artikel ini: