Kemenkop bakal rintis pengembangan koperasi perunggasan

Senin, 9 November 2020 | 21:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Setidaknya koperasi pernah dipandang mampu memberikan harapan pengembangan sektor pangan termasuk perunggasan. Hal itu dibuktikan pada beberapa dekade lalu, dimana Koperasi Unit Daerah (KUD) pernah menjadi penyangga 80% stok pangan nasional.

Namun, berdasarkan data pemetaan potensi, koperasi peternakan mempunyai porsi yang sangat kecil, yaitu hanya sekitar 3%. Khusus untuk koperasi peternakan unggas, tercatat hanya tujuh koperasi yang aktif.

"Untuk itu, Kemenkop (Kementerian Koperakasi) akan terus mendorong dan mengembangkan koperasi pada bidang perunggasan," ujar Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Zabadi Ahmad dalam seminar virtual di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Saat ini, sambung Ahmad langkah kerja sama antarkementerian, lembaga, dan BUMN telah dilaksanakan. Bahkan, penyediaan dana oleh Lembaga Penyedia Dana Bergulir (LPDB) dapat diakses lebih mudah, dengan tujuan untuk mengembangkan dan mendorong koperasi di Indonesia termasuk koperasi perunggasan.

Sementara pengamat koperasi Suroto mengatakan sistem koperasi merupakan kunci dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, industri pangan Indonesia mengalami perkembangan yang sangat minim, dan justru sebaliknya dikuasai oleh korporasi besar.

Apalagi, sambung Suroto dalam bidang perunggasan kekuatan korporasi telah menguasai segala lini. "Apabila koperasi digarap dengan baik dan serius maka dapat menjadi modular canggih yang bisa dimanfaatkan peternak unggas di Indonesia, agar dapat lepas dari ketergantungan terhadap cengkeraman korporasi ternak unggas kapitalis," ujarnya.

Suwardi sebagai Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kendal mengaku bahwa koperasi telah memberikan berbagai manfaat bagi banyak orang di daerahnya.

"Dengan berkoperasi, maka hal itu dapat memperpendek mata rantai distribusi, menjaga keseimbangan harga pasar, menjaga kecukupan stok kebutuhan jagung dan kosentrat untuk peternak, penyedia DOC atau pullet dengan harga terjangkau serta penyedia jasa angkutan pakan," jelasnya.

Dalam menjalankan koperasi, Suwardi mengatakan bahwa dia banyak bermitra dengan berbagai pihak seperti petani atau gapoktan, BULOG pasar atau agen serta perusahaan-perusahaan terkait di bidang perunggasan.kbc11

Bagikan artikel ini: