Tak hanya jualan gorengan, Thai Airways juga lelang 34 pesawatnya

Senin, 9 November 2020 | 16:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 menghantam sektor industri penerbangan global. Termasuk maskapai penerbangan Thai Airways International Pcl atau Thai Airways yang terus melakukan berbagai cara agar perusahaan bisa tetap bertahan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Demi terhindar dari kebangkrutan, perusahaan memutuskan untuk melego 34 armada pesawatnya sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan.

Dilansir dari Bangkok Post, Thai Airways akan menjual 34 pesawatnya untuk mendapatkan dana segar. Pesawat yang lebih banyak parkir tanpa digunakan sama sekali justru membebani kas perusahaan.

Thai Airwayas berharap bisa menemukan pembeli paling lambat 13 November 2020. Dalam laporan resmi perusahaan, armada pesawat yang dijual antara lain 10 Boeing 747-400 yang diproduksi antara 1993-2003, 6 Boeing 777-200 yang dibuat pada 1996-1998, dan 6 Boeing 777-300 yang diproduksi dari 1998-2000.

Pesawat lainnya yang akan dilepas adalah 6 Airbus A340-600 yang dibuat dari tahun 2005-2008, 3 A340-500 yang diproduksi tahun 2005-2007, 2 Boeing 737-400 yang dibuat pada tahun 1992-1993, dan 1 Airbus A300-600 yang dibuat pada tahun 1993.

Thai Airways tidak memberikan rincian terkait penjualan puluhan pesawatnya. Perusahaan tengah dalam kondisi sulit, bahkan sebelum pandemi Covid-19 menghantam Thailand.

Pembatasan aktivitas selama pandemi membuat operasional perusahaan semakin babak belur. Arus kas yang seret membuat Thai Airways mengajukan keringanan pada para krediturnya.

Menurut angka resmi yang diunggah di laman Bursa Efek Thailad, maskapai ini mencatatkan utang sebesar 332 miliar bath.

Sebelum tanggal tersebut, calon pembeli pesawat bisa mengajukan penawaran kepada maskapai. Sementara penjualan akan dilakukan di bawah rencana reorganisasi bisnis yang disetujui oleh pengadilan pada September 2020 lalu.

"Penjualan pesawat ini akan membutuhkan persetujuan dari pihak terkait dan pengadilan," kata Manajemen Thai Airways.

Sebelumnya, Thai Airways melakukan berbagai cara untuk bisa bertahan. Tak tanggung-tanggung, maskapai flag carrier ini bahkan mengandalkan jualan gorengan.

Gorengan yang dijual Thai Airways cukup populer bagi masyarakat Thailand, khususnya di Bangkok. Perusahaan ini memanfaatkan aset kateringnya untuk memproduksi gorengan yang diberi nama Patong-go tersebut.

Untuk penjualannya, selain menyewa tempat di berbagai lokasi strategis, Thai Airways juga memanfaatkan aset-aset propertinya seperti kantor di berbagai sudut kota untuk lokasi berjualan.

Setiap orang, orang-orang rela mengantre untuk membeli Patong-go sejak dibuka mulai pagi hari. Dikutip dari Bangkok Post, setiap kotak dijual seharga 50 baht (Rp 23.600) yang berisi tiga gorengan dan sebungkus saus celup yang terbuat dari ubi ungu dan telur custard.

Beberapa lokasi penjualannya antara lain toko roti Puff & Pie di pasar Or Tor Kor, di kantor pusatnya di distrik Chatuchak, gedung Rak Khun Tao Fa, gedung Thai Catering di distrik Don Muang, serta kantor cabang Thai Airways di Silom.

Thai Airways tak hanya menjual gorengan, lini bisnis kateringnya juga dimanfaatkan untuk menjual roti. Perusahaan juga menyulap restoran menjadi kabin pesawat kelas satu. Untuk membangun suasana, restoran itu dilengkapi dengan kursi yang nyaman dan awak kabin yang perhatian. kbc10

Bagikan artikel ini: