Pemerintah bakal suntik dana Rp42,3 triliun untuk 9 BUMN

Senin, 9 November 2020 | 10:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bakal menyuntikkan dana penyertaan modal negara (PMN) untuk badan usaha milik negara (BUMN) total mencapai Rp 42,3 triliun pada tahun 2021 mendatang.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, suntikan dana PMN 2021 untuk BUMN tersebut sebagai modalitas dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

"Ini bukan sesuatu yang kami bedakan, karena ini bersifat sejalan dengan penyelenggaraan pemulihan ekonomi," katanya, akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan, ada sembilan perusahaan pelat merah yang akan mendapat kucuran dana PMN tahun depan.

Yakni, Sarana Multigriya Financial (SMF), PT Hutama Karya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), PT BPUI, PT Pelindo III, PT PAL Indonesia, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Indonesia Eximbank (LPEI).

Menurut Isa, pemilihan sembilan BUMN tersebut, tentunya melewati proses yang akuntabel dan telah melalui evaluasi Kementerian BUMN maupun kementerian terkait lainnya. Sehingga, banyak BUMN yang sudah mengajukan juga perlu dipertimbangkan lagi, mana yang perlu didukung terlebih dahulu proyek maupun idenya.

Untuk itu, Isa menyebutkan, kucuran dana PMN itu bukan merupakan suatu pemborosan seperti cerita masa lalu. Alhasil di tahun depan, sudah barang tentu suntikan dana PMN ke BUMN akan terus dipantau perkembangan programnya, serta modal tersebut dipastikan akan digunakan semaksimal mungkin.

"Ini mungkin terkait dengan kejadian kecil di masa lalu, ada BUMN yang terima PMN tapi tidak bertahan, sehingga peran PMN hilang. Saya ingin tegaskan, pemberian PMN ke BUMN itu (kali ini) bukan kucuran dana yang hilang begitu saja," ungkap Isa. kbc10

Bagikan artikel ini: