Dalam waktu dekat, Pro Em-1 hadirkan varian produk baru

Sabtu, 7 November 2020 | 14:22 WIB ET

MALANG - PT Agro Mitra Alimentare produsen konsentrat minuman sehat probiotik Pro EM-1 dalam waktu dekat menambah varian produknya. Setidaknya ada tiga varian produk yang segera diluncurkan sejalan dengan penambahan kapasitas produksi. 

Direktur Utama PT Agro Mitra Alimentare (AMA) Ge Recta Geson, mengungkapkan, Pro EM-1 kemasan kecil 90 mililiter (ML) akan diproduksi di awal tahun 2021. "Kami meluncurkan kemasan kecil agar bisa dijangkau semua kalangan masyarakat," ujar Recta saat peluncuran produk Pro EM-1 di Kabupaten Malang, Kamis (5/11/2020). Kemasan Pro EM-1 yang sekarang beredar di pasar memiliki volume 473 ML. 

Selain itu Pro EM-1 juga akan meluncurkan nasal spray atau penyemprot hidung serta vagina gel untuk perempuan. 

Untuk mendukung peluncuran tiga produk baru tersebut sekaligus memenuhi permintaan Pro EM-1 yang semakin meningkat, PT AMA pada tahun 2021 akan terus meningkatkan kapasitas produksi. 

Saat ini kapasitas produksi Pro EM-1 masih mencapai 20.000 botol per bulan atau sekitar 20 persen dari kapasitas terpasang. Namun di awal tahun akan ditingkatkan menjadi 80.000 botol per bulan. 

Hingga saat ini pemasaran produk Pro EM-1 sudah menjangkau Surabaya, Solo, Batam, Jakarta, Bali, Lombok, Samarinda, Sampit, Banjarmasin, Sorong. "Sebenarnya kita juga ada permintaan dari Malaysia dan Thailand tapi untuk saat ini kami fokus ke memenuhi permintaan dalam negeri dulu apalagi sekarang masih ada pandemi Covid-19," tutur Recta. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Penny K Lukito menyatakan dukungannya terhadap produk kesehatan probiotik PRO EM-1 tersebut. Penny berharap hadirnya produk herbal alami ini, menjadi proses kebangkitan perekonomian masyarakat. 

"Sudah waktunya kita kembali membangun ekonomi dengan tetap waspada. Roda ekonomi harus tetap berjalan. Sembari menunggu vaksin, kita juga perlu tingkatkan pencegahan dari dalam diri sendiri," tutur Penny.

Ia menyampaikan BPOM mendukung pengembangan bahan berbahan alam untuk mengimbangi produk obat berbahan kimia. "Pengembangan produk berbahan alam salah satu prioritas pemerintah," ujar Penny.

Bagikan artikel ini: