Angkasa Pura II: Umrah bakal genjot penerbangan internasional

Selasa, 3 November 2020 | 18:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) memperkirakan penerbangan internasional akan segera meningkat pada dua bulan terakhir menutup tahun 2020. Dibukanya penerbangan umroh menjadi salah satu faktor pemacunya.

"Kebangkitan rute internasional salah satunya terkait dengan sudah dibukanya penerbangan umroh mulai 1 November 2020," kata Awaluddin di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Awaluddin mengatakan dengan dibukanya kesempatan WNI untuk beribadah umroh merupakan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. Dia memastikan AP II berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut dengan kelancaran proses keberangkatan, kedatangan, dan penerapan protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta.

Dia menambahkan, secara kumulatif pada Januari hingga Oktober 2020 jumlah penumpang di seluruh bandara AP II sebanyak 29,44 juta orang. "Sepanjang 2020, di tengah melandanya pandemi ini, jumlah penumpang di bandara AP II diperkirakan mencapai 35 hingga 40 juta penumpang," ungkap Awaluddin.

Berkaitan libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020,Awaluddin mengatakan periode libur panjang tersebut menjadi pendorong pasar penerbangan.Di tengah cukup tingginya keyakinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di bandara-bandara AP II, pada akhir Oktober terdapat libur panjang. "Kombinasi ini kemudian menggairahkan pasar penerbangan," kata Awaluddin.

Pada periode tersebut jumlah penumpang pesawat di bandara AP II mencapai 455.068 penumpang. Angka tersebut menunjukan peningkatan jumlah penumpang hingga 17% dibandingkan pekan sebelumnya 21-25 Oktober. Jumlah penerbangan juga naik sekitar 10% menjadi 4.460 penerbangan.

Awaluddin menuturkan rekor juga terjadi pada periode libur panjang tersebut. "Saat puncak arus balik pada 1 November, jumlah penumpang mencapai 116.766 orang atau tertinggi secara harian sejak pandemi melanda," terangnya.

Dia menambahkan rekor juga terjadi pada pergerakan pesawat yang ada di 19 bandara AP II pada periode libur panjang akhir Oktober 2020.Pergerakan pesawat mencapai 1.137 penerbangan atau tertinggi secara harian di tengah pandemi.

"Pada 1 November ini jumlah penumpang sudah 50 % dari biasanya di kondisi sebelum pandemi, sementara penerbangan mencapai 60%," tutur Awaluddin.

Di sisi lain, Awaluddin menilai kebijakan pemerintah memberikan stimulus passenger service charge (PSC) merupakan faktor lain yang mendorong meningkatnya lalu lintas penerbangan pada Oktober 2020. Lewat stimulus ini, penumpang pesawat tidak perlu membayar PSC untuk penerbangan domestik di lima bandara AP II sehingga harga tiket penerbangan dapat lebih rendah.

Kelima bandara itu adalah Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Banyuwangi, dan Silangit. Awaluddin mengatakan, kelima bandara tersebut menyumbang sekitar 60 persen hingga 70 persen dari total jumlah penumpang di 19 bandara AP II.

"Keputusan pemerintah memberikan stimulus PSC kelima bandara itu dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN], sangat tepat. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas stimulus ini," pungkasnya.kbc11.

Bagikan artikel ini: