Tunda peluncuran iPhone 12 akibat pandemi, Apple rugi Rp1,4 triliun

Senin, 2 November 2020 | 20:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tertundanya peluncuran ponsel iPhone terbaru membuat Apple harus kehilangan US$100 miliar atau setara Rp 1,4 triliun. Hal ini akibat harga saham Apple jatuh lebih dari 5 persen.

Dilansir dari Reuters, Apple selalu merilis seri iPhone terbaru pada September. Jadwal ini berjalan rutin hingga tahun lalu. Namun, akibat pandemi Covid-19 yang melanda global tahun ini, perilisan seri iPhone terbaru terpaksa mundur hingga satu bulan. Sebab, Apple mengalami hambatan dalam proses produksi.

Bahkan ketika penjualan Mac dan AirPods yang meningkat pesat, penjualan iPhone turun 20,7 persen menjadi US$26,4 miliar atau Rp 390,6 triliun. Penurunan saham karena investor mengantisipasi penjualan yang lebih rendah. Utamanya di China, di mana lebih banyak konsumen memiliki akses ke 5G daripada di Amerika Serikat atau Eropa.

Apple mengatakan, pendapatan dan laba untuk kuartal ketiga fiskal yang berakhir pada 26 September adalah US$64,7 miliar dan 73 sen per saham. Naik dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar US$63,7 miliar dan 70 sen per saham, menurut data IBES dari Refinitiv.

Kepala Eksekutif Apple, Tim Cook, optimistis tentang penjualan iPhone 12 berdasarkan data pengiriman lima hari pertama. "5G adalah jenis peluang sekali dalam satu dekade. Dan kami sangat bersemangat untuk memasuki pasar tepat ketika kami melakukannya. Setidaknya di AS, operatornya menjadi sangat agresif," kata Cook.

Sebelumnya, Apple telah mengimbangi penjualan iPhone yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan yang stabil di segmen layanannya, yang mencakup musik streaming dan televisi. Pendapatan jasa naik 16,3 persen menjadi US$14,5 miliar, dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar US$14 miliar. Cook mengatakan kepada Reuters bahwa Apple One, paket layanan berbayar Apple, diluncurkan pada akhir pekan lalu.

Cook mengatakan bahwa Apple memiliki 585 juta pelanggan yang membayar di seluruh platformnya, naik dari 550 juta pada kuartal sebelumnya dan mendekati target 600 juta pelanggan yang ditetapkan perusahaan untuk akhir kalender 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: