Google-Temasek sepakat suntik Tokopedia Rp5 triliun

Selasa, 27 Oktober 2020 | 12:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Google dan Temasek Holdings Singapura sepakat untuk menyuntikkan modal kepada Tokopedia senilai US$350 juta atau sekitar Rp 5,13 triliun (kurs Rp 14.685).

Dilansir dari Bloomberg, Senin (26/10/2020), investasi dari dua perusahaan besar itu akan digunakan untuk ekspansi Tokopedia pasca pandemi virus Corona (Covid-19).

Google melalui induknya Alphabet Inc dan Temasek dikabarkan akan segera menandatangani perjanjian kerja sama triliunan rupiah itu.

Namun, jika dibandingkan dengan kesepakatan sebelumnya, nilai investasi Rp 5,13 triliun itu sebenarnya jauh lebih kecil. Pasalnya, menurut informan Bloomberg, Google dan Temasek awalnya akan berinvestasi di kisaran US$500 juta atau sekitar Rp 7,34 triliun sampai US$1 miliar atau sekitar Rp 14,68 triliun.

Oleh sebab itu, kabar beredar marketplace terbesar di Indonesia itu akan mencari investor lainnya. Bahkan, Tokopedia dikabarkan telah berbicara dengan Facebook Inc, Microsoft Corp, dan Amazon.com Inc terkait peluang investasi.

Sebelum Google dan Temasek, Tokopedia pun sudah memperoleh suntikan modal SoftBank dan juga Alibaba Group Holding Ltd. Ditambah dengan rencana Google dan Temasek, maka Tokopedia memperoleh banyak kepercayaan dan menjadi sorotan para raksasa internet dunia.

Apalagi, kondisi perekonomian benua Amerika dan Eropa memang sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sehingga, para calon investor itu mulai melirik Asia, di mana populasi pengguna ponsel pintar atau smartphone-nya sangat besar. Meski begitu, hingga saat ini pihak Tokopedia, Google, dan Temasek masih belum memberikan komentar.

Secara keseluruhan, pasar e-commerce di Indonesia memang sangat besar, dan semakin berjaya di tengah pandemi. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia memaksa masyarakat untuk berbelanja online.

Selain Tokopedia, platform e-commerce lainnya seperti Lazada yang merupakan anak usaha Alibaba Group, dan juga Shopee anak usaha daei Sea Ltd juga berkembang pesat di Tanah Air.

Tak heran, Indonesia disebut sebagai medan pertempuran utama antara para pesaing e-commerce regional. Berdasarkan studi Google dan Temasek, jumlah pendapatan sektor e-niaga Indonesia diproyeksikan akan meningkat dari US$ 21 miliar pada 2019, menjadi US$ 82 miliar pada 2025. kbc10

Bagikan artikel ini: