Volvo suntik mati mesin berbahan bakar solar

Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:22 WIB ET

STOCKHOLM, kabarbisnis.com: Kematian mesin diesel secara global tampaknya tak bisa dihindari, menyusul isu lingkungan yang terus menguat di dunia, terutama daratan Eropa.

Volvo yang dikenal sebagai raksasa produsen kendaraan bermesin diesel mengumumkan akan berhenti menjual mesin berbahan bakar solar mulai Juni 2021.

Berakhirnya era mesin diesel bertepatan dengan kedatangan EV murni pertama Volvo, yakni XC40 Recharge, yang akan mendarat di Australia pada pertengahan 2021. Recharge juga akan menjadi sub-merek untuk Volvo, dengan semua model berlistrik untuk membawa nomenklatur tersebut, apakah model BEV atau Plug-In Hybrid.

Namun langkah tersebut juga mengakhiri tanggal berakhirnya teknologi diesel untuk perusahaan Swedia tersebut. Para eksekutif Volvo hari ini mengatakan, meskipun mesin diesel "menjadi yang terbersih yang pernah ada", teknologi tersebut tidak memiliki tempat di masa depan. Sementara merek masih akan memiliki beberapa mesin diesel, perusahaan akan berhenti memproduksi model baru.

Artinya, Volvo berhenti pada mesin diesel 2.0 liter, twin-turbocharged yang ada di Volvo XC90, serta diesel turbo tunggal dari Volvo XC40. Ini juga menandakan akhir dari Volvo V90, yang secara eksklusif berbahan bakar diesel dan akan dihentikan secara bertahap.

"Kami melihat diesel 'mengering' secara besar-besaran di seluruh dunia. Dan bahkan di sini (Australia), penurunannya sangat cepat," kata Managing Director Volvo Australia, Nick Connor dilansir laman Carsguide.

"Segmen SUV besar masih didominasi diesel, tetapi kami mengantisipasi bahwa permintaan diesel akan turun dengan sangat cepat karena hibrida ringan dengan mesin bensin datang yang menawarkan kinerja yang sama atau lebih baik dan ekonomi yang sama atau lebih baik. Kami juga akan menghentikan V90," ujar Nick Connor. kbc10

Bagikan artikel ini: