Susul Bank Mandiri dan BRI, aset BCA tembus Rp1.000 triliun

Selasa, 27 Oktober 2020 | 08:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sukses menjadi bank ketiga di Tanah Air yang mencatat nilai aset lebih dari Rp 1.000 triliun. Sebelumnya ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). 

Sampai akhir September 2020, aset bank swasta terbesar di Tanah Air ini tercatat sebesar Rp 1.003,6 triliun atau tumbuh 12,3% (yoy).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh signifikan menjadi penopangnya. 

“Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid mendukung pertumbuhan aset BCA mencapai Rp 1.000 triliun lebih. DPK kami juga ditopang oleh dana murah atau CASA yang tumbuh 16,1% (yoy),” ujar Jahja dalam paparan kinerja daring, Senin (26/10/2020).

Sampai September 2020, BCA berhasil menghimpun DPK senilai Rp 780,7 triliun dengan pertumbuhan 14,3% (yoy). Dana murahnya terhimpun Rp 596,6 triliun atau 76,4% dari total DPK dengan pertumbuhan 16,1% (yoy). Sedangkan simpanan deposito tumbuh 8,8% (yoy) menjadi Rp 184,1 triliun

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BCA Santoso Liem juga bilang pertumbuhan dana murah perseroan didukung oleh meningkatnya transaksi oleh nasabah secara digital.

BCA memproses sekitar 33 juta transaksi per hari selama sembilan bulan pertama tahun 2020, meningkat dari 26 juta transaksi per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kami terus melihat perkembangan yang pesat pada jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking," ujar Santoso.

Pertumbuhan dana murah ditambahkan Santoso juga turut didukung oleh pembukaan rekening baru di BCA. Sampai September 2020, ia bilang setidaknya ada 6.700 pembukaan rekening baru tiap harinya. kbc10

Bagikan artikel ini: