BCA bukukan laba Rp20 triliun per kuartal III, turun 4,2 persen

Senin, 26 Oktober 2020 | 20:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat telah membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun hingga akhir kuartal III/2020. Capaian tersebut turun 4,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 20,9 triliun.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan penurunan laba tersebut disebabkan meningkatnya biaya pencadangan.

Laba sebelum provisi dan pajak (PPOP) BCA naik 13,5 persen year on year (yoy) menjadi Rp33,8 triliun.

Pertumbuhan laba sebelum provisi dan pajak BCA di tengah pandemi covid-19 ini ditopang oleh pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA), penurunan biaya dana (CoF), dan penurunan biaya operasional.

"Untuk total kredit BCA akhir September 2020 tercatat sebesar Rp581,9 triliun, turun 0,6 persen yoy. Pertumbuhan positif pada kredit korporasi menopang penyaluran kredit BCA secara keseluruhan di tengah pelemahan kredit segmen lainnya," ujarnya dalam konferensi pers Paparan Kinerja BCA Triwulan III 2020, Senin (26/10/2020).

Kredit korporasi tercatat sebesar Rp252 triliun, meningkat 8,6 persen (yoy), sedangkan kredit komersial dan UKM turun 4,9 persen yoy menjadi Rp182,7 triliun.

Secara total portofolio kredit konsumer turun 9,4 persen (yoy) menjadi Rp141,7 triliun. Rinciannya, KPR turun 3,1 persen (yoy) menjadi Rp 89,3 triliun dan Kredit Kendaraan Bermotor turun 19,3 persen (yoy) menjadi Rp 38,6 triliun.

Sementara, saldo outstanding kartu kredit turun 18,5 persen (yoy) menjadi Rp10,9 triliun. "Permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemilihan sejalan dengan berlanjutnya PSBB yang membatasi mobilitas," imbuh Jahja.

Tjahja menegaskan, dari total portofolio kredit BCA sekitar 20 persen atau Rp114 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) dan komunitas UKM.

"Sampai dengan pertengahan Oktober 2020, BCA memproses 17 ribu pengajuan restrukturisasi kredit atau sekitar 19 persen dari total kredit yang berasal dari 90 ribu nasabah kredit yang direstrukturisasi hingga lahir 30 September 2020," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: