Bidik pelancong milenial, RedDoorz rilis Sans Hotel

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 10:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, namun minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata mulai meningkat. Hal ini pula yang ditangkap RedDoorz untuk melakukan ekspansi.

Platform pemesanan dan manajemen hotel daring ini pun melakukan inovasi pada strategi bisnisnya dengan membuat merek hotel baru, yakni Sans Hotel. Targetnya untuk semakin meningkatkan okupansi di tengah tekanan pandemi Covid-19.

VP Operations of RedDoorz Adil Mubarak mengatakan, Sans Hotel dibentuk untuk menyasar para pelancong dari generasi milenial. Rencananya, properti pertama untuk merek hotel ini akan diluncurkan pada pertengahan November 2020 mendatang.

"Karena di masa pandemi ini RedDoorz memang harus bisa membuat inovasi baru. Dengan Sans Hotel ini consumer jadi memiliki lebih banyak pilihan hotel," ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/10/2020).

Dia menjelaskan, milineal merupakan pasar yang menjanjikan, mengingat populasinya sangat besar di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, populasi penduduk usia produktif yakni 15-64 tahun akan mencapai 179,1 juta orang. Sepertiga diantaranya, atau sekitar 63,5 juta orang merupakan generasi milenial yakni usia 21-36 tahun.

"Milenial ini memang target market yang sangat besar," imbuh dia.

Adil menjelaskan, hotel tersebut akan berbeda dengan hotel merek RedDoorz, dari segi kualitas akan lebih baik begitu pula dengan tarifnya yang akan sedikit lebih tinggi. Bila RedDoorz identik dengan warna merah, maka Sans Hotel berwarna-warni dengan konsep santai.

Kata 'sans' sendiri memang diadopsi dari bahasa gaul santai, yang memang tujuannya hotel ini memberikan layanan yang mengedepankan suasana santai dan gaya milenial.

"Propertinya lebih baik dari RedDoorz, di antaranya ada gamezone dan workingzone, biar tamu pun merasa aman dan lebih fun," kata Adil.

Selain membuat merek baru, RedDoorz juga berupaya meningkatkan okupansi dengan sistem sertifikasi Hygiene Pass untuk jaringan propertinya. Sertifikasi ini meningkatkan kepercayaan tamu terkait penginapan yang bersih dan aman di masa pandemi.

Targetnya, setengah dari total 1.400 jaringan properti RedDoorz akan disertifikasi Hygiene Pass melalui kerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

"Rata-rata hotel yang sudah mendapatkan sertifikasi Hygiene Pass itu perbedaan okupansinya 7-10 persen lebih tinggi dari hotel yang tidak sertifikasi," pungkas Adil. kbc10

Bagikan artikel ini: