Peniadaan airport tax di 13 bandara diyakini bisa genjot penumpang pesawat

Rabu, 21 Oktober 2020 | 21:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan maskapai berharap peniadaan tarif layanan penumpang atau airport tax kepada penumpang di 13 bandara hingga akhir tahun ini, diharapkan bisa menjadi insentif yang dapat merangsang pertumbuhan pergerakan penumpang.

Tarif bayaran layanan (passenger service charge/PSC) adalah beban (biaya) yang selama ini dibayarkan oleh penumpang kepada pengelola bandar udara.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala berharap agar tren dan pertumbuhan penumpang pesawat udara membaik dengan adanya stimulus tersebut hingga akhir tahun ini. Terlebih pada akhir Oktober 2020 ini nantinya juga terdapat libur panjang akhir pekan hingga libur panjang akhir tahun.

"Secara mekanisme Lion Air Group akan mengikuti penyesuaian tarif dan sesuai dengan bandar udara yang telah ditentukan, seperti Medan, Batam, Jakarta, Banyuwangi, Jogja, Labuan Bajo dan lainnya," jelasnya, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, Tim Corporate Communication Sriwijaya Air menyampaikan bahwa sampai saat ini maskapai masih belum mengalami peningkatan pergerakan penumpang yang signifikan.

Perusahaan masih memerlukan kajian mendalam untuk mencermati pergerakannya pada akhir tahun nanti. Namun, tentunya dia mengharapkan hal tersebut bisa menjadi stimulus bagi maskapai.

"Lonjakan penumpang kami masih kaji, semoga bisa menjadi stimulus bagi kami," tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan Surat Kemenhub bernomor AU.006/1/24/Phb 2020 tersebut menyatakan stimulus berupa tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) akan diberikan kepada pengguna jasa pesawat udara untuk periode 23 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020. Terutama bagi pengguna jasa yang berangkat dari 13 bandar udara yang telah ditentukan. kbc10

Bagikan artikel ini: