Menristek uji pendeteksi Covid-19 dari hembusan napas, tingkat akurasi 97%

Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:47 WIB ET
Menristek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro
Menristek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek) tengah melakukan uji validasi alat pendeteksi Covid-19 dengan menggunakan hembusan napas yang dinamai GeNose.

"Saat ini sedang dilakukan uji validasi tahap kedua dari GeNose. Ini adalah inovasi dari UGM (Universitas Gadjah Mada) yang bersifat analisa atau deteksi virus Covid-19 dengan menggunakan hembusan napas kita. Ini adalah suatu inovasi yang luar biasa karena bisa mendeteksi virus Covid-19 secara akurat, di dalam uji validasi tahap pertama di suatu RS di Jogja akurasinya mencapai 97% dibandingkan PCR test," ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam diskusi virtual, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, selain GeNose, ada juga alat deteksi lainnya bernama RT-Lamp yang sedang dipersiapkan agar bisa digunakan akhir tahun ini. Alat ini nantinya mendeteksi virus melalui antigen yang mirip dengan swab test . Nantinya, membutuhkan sampel lendir untuk pemeriksaannya.

"Selain GeNose kita juga ingin mengembangkan rapid test berbasis antigen atau tepatnya rapid swab test. Ini juga akan membantu mengurangi beban biaya terutama untuk PCR test dan juga punya tingkat akurasi yang cukup tinggi," tuturnya.

Dia menambahkan, telah membangun pengembangan Vaksin Merah Putih. salah satunya, Universitas Indonesia mengembangkan vaksin dengan platform DNA, mRNA, dan virus-like-particles. Institut Teknologi Bandung mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus.

Sementara itu, Universitas Airlangga mengembangkan vaksin dengan 2 platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV).

“UGM mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan,” ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: