Produk IT terbaru bakal banjiri pasar usai masuknya vaksin Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 19:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gelombang produk IT terbaru bakal membanjiri pasar  menyusul diproduksi dan dikonsumsinya vaksin Covid-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan di berbagai negara lain. Ini terjadi karena selama pandemi produsen IT menahan untuk mengeluarkan sejumlah produk terbaru mereka.

"Saat ini, semua produsen IT menimbun karya teknologi terbarunya untuk siap dikeluarkan selepas masa pandemin. Vendor sudah siap. Dan sekarang sudah mulai ada titik terang. Sebentar lagi vaksin Covid-19 siap dinikmati. Ada peluang bisnis IT ke depan. Selepas pandemi ini bisa kita bayangkan, guyuran varian produk IT terbaru akan mengguncang dunia. Ini catatan saya karena insting saya masih di dunia IT," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Jatim Okky Tri Hutomo saat acara Online Seminar Solution (OSS) yang digelar oleh Kadin Jatim bersama Aptiknas, Arebi, kabarbisnis.com dan Kadin Institute, Selasa (20/10/2020).

Gelombang produk baru yang bakal diluncurkan ini dipastikan akan menjadi kebangkitan baru bagi industri IT. Dimana kinerjanya bakal terus moncer dan menguasai segala sisi kehidupan manusia. Apalagi  produsen IT biasnya dalam setiap kuartal selalu mengeluarkan sekitar 10 produk terbaru. Sementara akibat pandemi, sejak  bulan Maret hingga Oktober menjelang November 2020, selama dua kuartal, mereka tidak bisa allout mengenalkan produk baru mereka.

"Biaya promosi yang tidak terpakai pada masa pandemi ngumpul dan siap untuk digunakan. Akan masuk pada masa euforia dimana produk IT akan bermunculan seiring terbukanya kran impor sedikit demi sedikit. Ini menjadi peluang mengais rejeki, meningkatkan pendapatan dan juga mendongkrak daya beli masyarakat. Dan ini harus disikapi dengan persiapan yang matang oleh pengusaha IT tanah air," kata Okky.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Business Development Center (BDC) Kadin Jatim, Kholiq Yakin Bahwa pandemi telah membentuk keseimbangan baru dan kebiasaan baru. Teknologi telah menjadi penguasa karena sangat dibutuhkan selama pandemi. Aktifitas sudah terbiasa dilakukan secara daring. Dan kondisi ini telah memaksa masyarakat belajar dan dan mendorong mereka untuk terbiasa masuk pada masa industri 4.0.

"Nanti bisa kita lihat, semua even tidak akan digelar hanya di tempat tertentu tetapi juga dengan menggunakan daring. IT telah menjadi hybrid. Keberadaannya sangat kuat dan dibutuhkan dalam setiap kegiatan yang ada," ungkap Khaliq.

Sementara itu, dalam sebuah kesempatan, Menristek, Bambang Brodjonegoro menyatakan, ada 10 tren terbaru yang disebabkan oleh pandemi Covid-10. Tren pertama adalah perubahan belanja lewat online yang terus menjadi kebutuhan masyarakat. Kedua, pembayaran dengan sistem digital akan semakin diminati karena efisien. Ketiga, teleworking atau kerja dari rumah yang marak dilakukan akan menghasilkan teknologi pendukung.

Keempat, telemedicine atau pemakaian aplikasi layanan kedokteran digital akan semakin dibutuhkan untuk menghindari kontak langsung. Kelima, tele-education dan pelatihan online selama pandemi covid-19 juga akan diminati. "Ini akan menjadi mainstream," kata Bambang.

Tren ke eenam adalah hiburan daring. Platform film dan lagu daring akan semakin populer untuk menemani aktivitas selama pandemi. Ke tujuh Supply chain 4.0, dimana teknologi inti industri 4.0 untuk tata kelola rantai pasok yang lebih resilient, seperti Big Data, cloud computing, IoT, akan lebih menjadi perhatian.

Tren ke delapan adalah penggunaan 3D Printing. 3D Printing yang masih belum luas digunakan di Indonesia berpotensi menjadi tren untuk mendukung Less Contact Economy. Ke sembilan Robot dan drone akan makin populer untuk mengurangi interaksi antar manusia. Dan yang terakhir adalah Teknologi 5T dan ICT. Teknologi yang makin canggih dapat membantu mempermudah kegiatan yang minim tatap muka.kbc6

Bagikan artikel ini: