Bio Farma siap produksi 17 juta vaksin Covid-19 per bulan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bio Farma telah menyiapkan kapasitas 250 juta untuk vaksin Covid-19. Produksi akan dilakukan secara bertahap, dan diperkirakan setiap bulannya Bio Farma dapat memproduksi 16-17 juta vaksin tergantung suplai.

"Kami punya kapasitas 250 juta dan komitmen sementara yang akan disuplai oleh Sinofac sebesar 260 juta dosis," kata Sekretaris PT Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam talk show daring bertajuk 'Menjemput Asa Vaksin Covid-19' yang digelar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (19/10/2020).

Bambang menyebut, produksi akan dimulai setelah mereka mendapat izin dari Badan POM. Perizinan ini ia perkirakan bisa dimulai setelah proses uji klinis selesai pada Januari 2021. Namun menurutnya persiapan akan dilakukan pada November atau Desember 2020.

Persiapan, menurut Bambang, harus dilakukan terhadap suplai yang dikirim dari perusahaan Cina, Sinofac, tersebut. Pasalnya vaksin-vaksin tersebut harus melalui stability, dan quality control untuk menjaga kualitasnya.

"Karena tidak mungkin (suplai) datang semua. Bertahap, kami produksi bertahap perbulan, sekitar 16-17 juta dosis perbulan yang bisa kami produksi. Tapi ini juga tergantung ketersiediaan atau suplai dari vaksin itu sendiri," ujarnya.

Adapun saat ini Bio Farma telah sampai di tahap uji klinis tingkat III. Bambang menyebut vaksin yang didapatkan dari Sinofac, Cina, ini memiliki dua dosis. Dosis pertama sudah disuntikan pada 1.620 relawan. Sedangkan dosis kedua sudah disuntikan kepada 1.074 relawan, dan 671 orang sudah diambil darahnya.

Bambang memperkirakan laporan vaksin ini bisa rampung pada Januari 2020. Hasil uji klinis tersebut nantinya akan diajukan kepada Badan POM untuk mendapatkan emergency use of authorization, atau penggunaan untuk keadaan darurat.

"Nanti mudah-mudahan ini (uji klinis) akan selesai januari 2021, sehingga laporan uji klinis bisa digunakan untuk mendapatkan emergency use of authorization dari regulator kita Badan POM," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: