BSI salurkan Rp 7 miliar lebih untuk atasi pandemi Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 00:03 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejak pandemi Covid-19, PT Bumi Suksesindo (BSI) terlibat aktif dalam berbagai upaya pencegahan dan penanganannya melalui sebuah satuan tugas khusus. Selain ikut berperan dalam penyusunan protokol kesehatan dan memastikan kebijakan tersebut dilaksakan sebaik mungkin oleh masyarakat, BSU juga memberikan sejumlah bantuan dalam kegiatan pencegahan penyebaran virus tersebut.

Secara keseluruhan, sejak awal penyebaran Covid hingga saat ini,  BSI telah mengeluarkan lebih dari Rp7 miliar untuk pembelanjaanz alat PCR, ventilator, alat rapid test, masker, baju hazmat, pengadaan tempat cuci tangan, hingga bantuan paket sembako bagi warga. Yang terbaru, Bumi Suksesindo menyerahkan bantuan satu set peralatan Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi. 

Sebelum diserahkan, alat ini sudah melalui uji coba (commissioning) oleh Labkesda Banyuwangi sebagai dasar rekomendasi Dinkes Provinsi kepada Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI untuk memperoleh persetujuan operasional. “[Bantuan] ini sudah menjadi komitmen perusahaan kepada masyarakat Banyuwangi untuk terlibat aktif dalam penanganan Covid-19,” kata Direktur PT Bumi Suksesindo, Boyke Abidin.

Boyke berharap bantuan ini dapat meningkatkan kemampuan Banyuwangi dalam penanganan Covid-19. Dengan adanya PCR di Banyuwangi, gugus tugas bisa lebih cepat mendeteksi status keterjangkitan seseorang, sehingga penanganannya bisa lebih cepat. Sebelumnya, PCR hanya bisa dilakukan di luar Banyuwangi. “Kami bangga bisa membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, khususnya di Banyuwangi, tempat BSI beroperasi. Masalah Covid-19 adalah masalah kita bersama,” kata Boyke. 

Bantuan PCR ini melengkapi bantuan BSI untuk penanganan Covid-19 di Banyuwangi. Pada Mei dan Juni, BSI telah menyerahkan dua ventilator dan perlengkapan penanganan Covid-19 kepada Gugus Tugas. Kedua ventilator tersebut saat ini dipasang di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. 

Di samping itu, Satgas Covid-19 PT BSI masih melanjutkan pengadaan tempat cuci tangan dan pembagian masker di sekolah-sekolah dan tempat-tempat ibadah yang ada di Kecamatan Pesanggaran. 

Di lingkungan kerjanya di dalam site, dalam seluruh kegiatan operasinya, Bumi Suksesindo senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan kerja yang ketat dan saksama: memeriksa suhu dan disinfektan setiap pengunjung, melakukan tes swab PCR dan karantina bagi karyawan yang datang dari luar Banyuwangi—dan, setelahnya, yang bersangkutan baru boleh aktif bekerja setelah mendapatkan surat keterangan sehat, memeriksa suhu tubuh setiap hari, mewajibkan pemakaian masker, menyemprotkan disinfektan secara rutin, menerapkan penjarakan fisik, hingga menutup kunjungan tidak esensial atau dalam jumlah besar ke area site. 

Sementara itu, meskipun hingga saat ini pandemi belum berakhir, BSI juga masih melanjutkan program-program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR di area sekitar perusahaan. Ada tiga proyek infrastruktur besar yang telah diselesaikan, yaitu pengecoran jalan Pancer-Pulau Merah sepanjang 3,85 km, normalisasi sungai Gonggo sepanjang 5,2 km, dan pengadaan air bersih untuk 184 KK di Rowojambe, Pancer, Sumberagung.

Perusahaan meyakini kondisi jalan yang semakin baik dapat mendorong perkembangan dua tempat wisata di selatan: pantai Mustika Pancer dan Pulau Merah. Selain itu, distribusi perikanan dari Pancer ke luar daerah makin lancar. “Kami menggunakan rancangan beton cor standar tertinggi untuk pengerasan jalan Pancer-Pulau Merah,” ujar Boyke.

Sementara itu, tandon air yang dibangun di Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung saat ini baru menjangkau 184 KK dengan panjang jaringan 4.000 meter. Perusahaan berharap program air bersih ini dapat mengatasi permasalahan kekurangan air di musim kemarau dan menanggulangi masalah kesehatan yang berhubungan dengan sanitasi, seperti diare.

Untuk program normalisasi sungai Gonggo, Boyke menjelaskan bahwa di tahun pertama setelah normalisasi, permasalahan banjir hingga radius 4 km2 yang selalu melanda daerah aliran sungai di Ringinagung dan sekitarnya telah turun hingga 0,5 km2.

Pengerukan sedimen ini bisa memperlancar aliran sungai sehingga tidak sampai meluap menggenangi pemukiman dan sawah warga seluas 40 hektare. Hal ini memungkinkan petani dapat bercocok tanam hingga panen, meskipun pada musim hujan. Terakhir, lahan pertanian seluas 10 hektare di hilir sungai, bisa panen hingga tiga kali dalam setahun.

Begitu juga dengan program-program CSR lainnya, seperti beasiswa, peternakan, dan UMKM. Tahun ini, Bumi Suksesindo memberikan 24 beasiswa Strata-1 dan 115 beasiswa untuk siswa SD sampai SMA. Selain itu, perusahaan juga membiayai 59 peserta program Paket B dan C.

Untuk program budi daya kambing, saat ini sudah berkembang menjadi 528 ekor. Program ini dikelola oleh 170 orang yang terbagi menjadi 11 kelompok. Sedangkan program UMKM diikuti 50 orang—rata-rata wanita—dan menghasilkan 57 jenis produk olahan. kbc6

Bagikan artikel ini: