Luas panen padi tahun ini diprediksi naik 108,93 ribu ha

Kamis, 15 Oktober 2020 | 22:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan angka sementara luas panen padi pada 2020 sebesar 10,79 juta hektare (ha). Jumlah tersebut naik 108,93 ribu ha atau 1,02% dibandingkan luas panen pada 2019 yang sebesar 10,68 juta ha.

"Secara total pada tahun 2020 ini dengan catatan bahwa potensinya sesuai realisasi, luas panen padi akan meningkat sebesar 1,02%," kata Kepala Suharyanto dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area atau KSA, realisasi panen padi sepanjang Januari hingga September 2020 sebesar 9,01 juta hektare. Turun sekitar 275,35 ribu hektare atau 2,97% dibandingkan 2019 yang sebesar 9,28 juta hektare.

Luas panen tertinggi pada 2020 terjadi pada April, yaitu sebesar 1,86 juta ha. Sementara, luas panen terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 0,32 juta ha.

Terjadi pergeseran puncak panen padi pada 2020 dibandingkan 2019. Puncak panen padi pada 2020 terjadi pada April, sementara puncak panen pada 2019 terjadi pada Maret. Sementara itu, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 1,78 juta ha. Dengan demikian, total potensi luas panen padi pada 2020 mencapai 10,79 juta ha, naik sekitar 108,93 ribu ha atau 1,02% dibandingkan pada 2019 yang sebesar 10,68 juta ha.

Sebelumnya, Suhariyanto juga menerangkan produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 55,16 juta ton gabah kering giling (GKG). Naik 556,51 ribu ton atau 1,02% dibandingkan produksi pada 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG. "Karena luas panennya meningkat, otomatis produksi padinya juga mengalami peningkatan," kata Suhariyanto

Untuk diketahui, produksi padi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 45,45 juta ton GKG. Turun sekitar 1,49 juta ton atau 3,17% dibandingkan produksi pada 2019 yang sebesar 46,94 juta ton GKG.

Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 9,71 juta ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 55,16 juta ton GKG, naik 556,51 ribu ton atau 1,02% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.Kecuk mengatakan, jika produksi padi rendah, harga gabah otomatis terkerek naik. Begitu pun sebaliknya.

Dia memaparkan, produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 9,77 juta ton. Sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 1,62 juta ton. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Maret.

Adapun tiga provinsi dengan total potensi produksi padi tertinggi pada 2020 adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sementara itu, tiga provinsi dengan potensi produksi padi terendah adalah Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat.

BPS mencatat, kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Jawa Timur, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Sementara itu, penurunan produksi padi pada 2020 yang relatif besar terjadi di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Kecuk menekankan kenaikan atau penurunan produksi masih ditentukan oleh keadaan cuaca.kbc11

Bagikan artikel ini: