Komisaris PTPN XI berharap agroforesti jadi solusi keterbatasan lahan tebu

Rabu, 14 Oktober 2020 | 21:22 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dewan Komisaris PTPN XI memandang ketersediaan akan kebutuhan bahan baku tebu menjadi prioritas utama dalam pencapaian produksi gula, hal ini ditegaskan Komisaris utama Dedy Mawardi dalam kunjungan kerja yang digelar secara virtual melalui aplikasi video conference Rabu (14/10/2020) di PG Pagottan Jawa Timur.

Dedy Mawardi mengatakan, ketersediaan lahan adalah kunci dari peningkatan produktivitas tebu,. Kurang tepat jika selama ini faktor pabrik selalu menjadi kambing hitam menurunnya produksi gula nasional, PG sudah berumur, tidak efisien dan sebagainya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, memang faktor pabrik ada pengaruhnya tetapi selama ini sudah ditangani, teman-teman manajemen selalu lakukan maintenance rutin bahkan over hall seperti saat ini, selesai giling. Beberapa revitalisasi juga dilakukan oleh pabrik gula khususnya PTPN XI yang kesemuanya bertujuan adanya performa serta efisiensi pabrik. 

"Tetapi kita juga harus melihat ke hulu, yakni ketersediaan tebu,. Ketersediaan tebu bisa dipenuhi dengan adanya perluasan lahan tebu. Pabrik gula bertambah di Jawa Timur tapi lahan tebu tidak bertambah bahkan berkurang. Akibatnya pabrik gula  "berebut" tebu dengan cara yang tidak sehat. Inilah yang harus menjadi fokus bersama para pelaku industri gula. Bagaimana caranya semua pihak yang berkepentingan bisa menaikkan luasan lahan tebu sehingga ketersediaan tebu sebagai bahan baku giling tercukupi " ungkap Dedy Mawardi.

Pihaknya menyoroti pola kerjasama pengelolaan lahan sebagai salah satu solusi menambah lahan tebu khususnya di wilayah kerja PTPN XI. 

"Beberapa waktu lalu menteri BUMN menyampaikan perlu adanya sinergi antara PTPN dengan Perhutani untuk pengadaan lahan tebu dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani. Sinergi antar bumn ini, yakni Perhutani dengan PTPN XI sejak tahun 2017 sudah dilakukan melalui kerjasama agroforesti. Saya kira pihak perhutani juga akan menyambut baik kerjasama ini dan nampaknya perlu ditingkatkan untuk ketersediaan lahan tebu demi terwujudnya program Presiden Jokowi tentang ketahanan pangan nasional," tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Agus Setiono SEVP Operational sehingga pihaknya akan berkomunikasi lagi dengan pihak perhutani.

"Sejak 2017 kita sudah kerjasama pengelolaan lahan dengan perhutani dengan luasan total 1,834 hektar untuk lahan tebu tersebar di wilayah Madiun, Ngawi dan Bojonegoro. Dari jumlah tersebut yang bisa tertangani hingga saat ini baru 800-an hektar terkendala teknis. Kendala teknis akan kami bicarakan bersama untuk jalannkeluarnya. Terlebih pertengahan tahun lalu sudah ada pembicaraan dengan Perhutani, dan akan kami kembangkan lagi," terang Agus Setiono.

Kunjungan kerja virtual dilakukan di PG Pagottan Madiun dan PG Kedawoeng Pasuruan diikuti oleh Dewan Komisaris, SEVP Operation, General Manager masing-masing pabrik gula dan jajarannya. 

Selama musim giling tahun 2020 PG Pagottan menggiling sekitar 300ratus ribu ton tebu dan menghasilkan gula total sekitar 23ribu ton GKP sedangkan PG Kedawoeng menggiling total 186ribu ton tebu dan menghasilkan gula sekitar 12ribu ton GKP.kbc6

Bagikan artikel ini: