PLN bantu tingkatkan produktivitas bawang merah di Probolinggo

Selasa, 13 Oktober 2020 | 18:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kembangkan metode bercocok tanam konvesional menjadi electrifying agriculture, PLN UP3 Pasuruan bantu para petani bawang tingkatkan keuntungan dan hasil produksinya. Desa Curahsawo yang terletak di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, merupakan daerah komoditi bawang merah. Banyak penduduknya yang berprofesi sebagai petani bawang. Bukan tanpa alasan, letak geografisnya sangat mendukung tanaman bawang hidup subur.

Selama ini para petani hanya mengandalkan cahaya matahari dan jaring untuk melindungi tanaman dari hama. Banyak kekurangan yang ditemui, mulai dari biaya sewa jaring, masuknya hama sehingga biaya obat membengkak. Mensolusi persoalan tersebut, PLN UP3 Pasuruan membuat program Electrifying Agriculture yang diberi nama Sikat Libas (Sinergi Kawasan Terang Listrik Bawang krakSaan).

Manager UP3 Pasuruan Maria Goretti atau yang biasa disapa Merry menyampaikan, saat pandemi semua sektor terdampak, tapi sektor pertanian kian bertumbuh. Hal inilah yang menjadi peluang bagi kami untuk membantu para petani bawang tingkatkan produktivitasnya.

"Kami memberikan kemudahan proses penyambungan listrik, mengedukasi simulasi tarif listrik sera manfaat yang didapatkan dengan menggunakan listrik dibandingkan dengan penggunaan Captive Power dan teknologi konvensional yang selama ini mereka gunakan," terang Merry.

Paparkan keunggulan, Masdikun, seorang petani Bawang menyampaikan, bawang merah yang di Probolinggo lebih enak, lebih gurih daripada bawang lainnya. "Kalau kita biasa masak menggunakan 1000gr bawang merah biasa, dengan bawang Probolinggo hanya butuh 750gr. Apalagi sekarang sejak beralih menggunakan listrik PLN, hasil produksi dapat meningkat, kami bisa bekerja di malam hari dengan penerangan PLN ditambah hama semakin berkurang," jelasnya.

Pada September 2020, 10 petani bawang beralih menggunakan listrik, mendaftar daya 900 VA. Hasilnya dengan luas lahan 1 hektar bisa menghemat Rp.110 juta dan 1 tahun bisa 4 kali tanam, maka dalam setahun bisa untung Rp.440 juta per hektar. PLN UP3 Pasuruan pun menggencarkan edukasi dan sosialiasi kepada petani bawang lainnya agar beralih menggunakan listrik PLN. Tercatat, hingga Awal Oktober terdapat 25 calon pelanggan petani bawang yang mengajukan penggunaan listrik PLN.

Tak hanya petani bawang, PLN UP3 Pasuruan pun menggencarkan electrifying agriculture pada petani tambak, ternak hingga sumur bor dengan total delta daya tersambung 91.500 VA.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa menyatakan, PLN UID Jawa Timur kini tengah menguatkan dukungan kepada sektor pertanian. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang telah diterapkan di sejumlah daerah, diantaranya Electrifying Agriculture untuk petani buah naga di Banyuwangi, Listrik Persawahan di Madiun, Agrowisata Taman Suruh di Banyuwangi, dan yang terbaru ini ada Wisata Tani Betet di Nganjuk.

"Kami juga sedang dalam tahapan membangun edukasi electrifying agriculture kepada masyarakat khususnya petani di lokasi tersebut melalui program PLN Peduli. Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat dan dinas-dinas terkait untuk menangkap potensi-potensi yang bisa kami bantu berdayakan dengan Electrifying Agriculture. Kami berharap peran PLN di sektor pertanian semakin terasa kehadirannya," pungkas Nyoman.kbc6

Bagikan artikel ini: